RSS

Category Archives: Uncategorized

Bocor… Bocor….

Sore tadi saya mengalami salah satu musibah yang paling dibenci pengendara motor: ban bocor. Ditambah harus ganti ban dalam. Ditambah harga ban dalamnya di mark up. Ditambah sedang tidak bawa uang. Untungnya saya sedang mengantar teman, jadi bisa pinjam uang. Lima puluh ribu pun meluncur dari saku teman saya ke saku tukang tambal ban.

Jarak Tidak Menjadi Alasan
Dulu, sewaktu tinggal di daerah Kebon Jeruk, Jakarta Barat, saya pun beberapa kali mengalami ban bocor. Kalau dulu saya bisa menganggap peluang ban bocor cukup besar karena sehari bisa mengendarai motor sejauh 60 km per hari bolak-balik rumah kantor, kali ini harusnya peluangnya kecil karena saya hanya mengendarai motor 1 km per hari bolak balik tempat kos ke kantor. Tapi kalau sudah nasibnya ban bocor, ya sudah, mau bagaimana lagi. Takdir Allah tidak bisa dilangkahi. Jadi ingat perkataan polwan di acara 86 di net tv yang memarahi pengendara motor yang tidak pakai helm dengan alasan hanya naik motor jarak dekat: “Kadang saya merasa sedih” “Memang jarak dekat kalau jatuh tidak benjol?”

Pertama Kali Dibonceng Dan Langsung Mengalami Bocor
Jadi barusan saya sedang membonceng Mas Yudho dan dia baru pertama kalinya dibonceng saya. Agak tidak enak karena awalnya ingin cepat, akhirnya dia harus menunggu tambal ban (+harus minjemim uang. Haha). Sebenarnya barusan adalah kedua kalinya ban bocor saat ada teman yang pertama kalinya dibonceng. Dulu waktu kuliah juga pernah ada teman yang mengalami nasib serupa. Akhirnya dia harus naik angkot/ojek untuk pulang. Waktu itu saking panik, gugup, dan tidak enaknya saya, saya sampai menjatuhkan motor sewaktu memarkirkan motor di pinggir jalan. Untung saat itu di dago sepi, jadi tidak ada yang tertawa karena melihat orang yang memarkirkan motor tanpa standar.

Berat tidak menjadi alasan
Sabtu minggu lalu, salah satu teman saya, Anto, menikah. Dia menikah di SESKOAD Gatot Subroto Bandung. Salah satu teman, Mirza, mengingatkan saya bahwa saya pernah berbarengan dengan dia ke undangan kakak kelas beberapa tahun lalu di tempat yang sama. Saya jadi teringat pengalaman lucu saat membonceng Mirza waktu itu. Mirza memiliki badan yang diatas rata2 saat itu. Saya sendiri ‘sedikit’ di atas rata2. Dan, di setiap lampu merah, pengendara lain memberi tahu bahwa ban kempes. Awalnya saya cuek, tapi setelah beberapa perempatan, semakin banyak yang memberitahu saya. Setelah saya cek, ternyata ban normal. Mungkin ban terlihat kempes karena beratnya dua orang yang naik sepeda motor tersebut. Haha.

Bocor di Sudirman
Banyak yang bilang Jalan Sudirman-Thamrin merupakan jantungnya bisnis Indonesia. Tapi apa jadinya jika ban bocor di jalan tersebut? Saya pernah mengalaminya. Ban bocor di sudirman membuat kebingungan yang luar biasa. Bagaimama mungkin ada tukang tambal ban yang mangkal di depan gedung2 pencakar langit? Untungnya, setelah maju beberapa meter, ada tukang tambal ban yang mangkal di salah satu halte bus. Alat tambalnya pun hanya sederhana, pompa ban sepeda. Mungkin itu salah satu taktiknya agar tidak digusur Satpol PP. Tapi untunglah ada dia. Jika tidak mungkin saya akan meminta patung selamat datang untuk menambal ban saya saking putus asanya.

Sedia Payung Sebelum Hujan
Di Jakarta tampaknya kita harus siap sedia ban dalam cadangan jika tidak mau dipaksa membelu dengan harga mahal di tukang tambal ban. Harga ban dalam yang berkisar 20 ribu dapat di mark up menjadi lebih dari 40 ribu di tukang tambal ban. Selain itu sering kali susah sekali menawar harganya. Kalau di Bandung, tinggal memakai bahasa Sunda sedikit kita bisa menawar. Di Jakarta, apabila menawar dengan bahasa Sunda, bukannya mendapat harga murah, terkadang kita harus lari karena dikira pendukung Persib.

Polwan Yang Menjadi Tukang Tambal Ban
Berbarengan dengan saya menulis tulisan ini, acara 86 di Net menayangkan liputan tentang Bripda Eka Yuli dari Salatiga yang menyambi menjadi tukang tambal ban. Berikut ini fotonya.
image

Beliau menyambi karena selain membantu ekonomi keluarga, usaha tambal ban tersebut mengingatkan dia pada perjuangan ayah-ibunya yang membiayai pendidikannya hingga diterima menjadi polisi. Salut untuk Bripda Eka Yuli. Semoga bisa membantu pengendara motor yang kesulitan karena “Bocor… Bocor….”

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on March 9, 2015 in Uncategorized

 

Second Chance

Akhirnya ada niatan untuk menulis blog kembali. Rasanya baru kemarin di kamar kost Pontianak saya bersemangat menulis tentang Perahu Kertas. Tidak terasa sudah sekitar 2,5 tahun berlalu. Sekarang, kalau saja saya tidak ‘teronggok’ di kamar kost karena sakit atau tidak sedang menjalani Long Distance Relationship (LDR) dengan istri, mungkin blog ini tidak terupdate kembali.

Banyak hal yang terjadi selama 2,5 tahun terakhir. Tiga poin saya highlight di tulisan ini:

1. Menikah

6 Januari 2013 akhirnya saya mempersunting istri saya, Restya Winda Astari, di Malang. Tentang pernikahan ini tampaknya saya akan menulis blog tersendiri untuk mengenang momen-momen tersebut.

2. Pindah kerja dan pindah kota

Secara mendadak pada bulan Oktober saya ditawari pindah kerja ke perusahaan saya saat ini. Sekarang saya bekerja di pelabuhan Tanjung Priok di Indonesia Port Corporation. Otomatis saya pindah tempat tinggal ke Jakarta. Saya mulai pindah tanggal 1 Januari 2013. Kebayang kan bagaimana rasanya menikah, pindah kerja, dan pindah kota secara bersamaan? Yang awalnya sudah nyaman dengan lingkungan kantor, harus kembali menyesuaikan diri. Yang biasanya tinggal di kota yang dingin dan nyaman, pindah ke kota yang macet dan panas. Bahkan, untuk urusan kasur pun berubah: yang biasanya kasur dikuasai sendiri, sekarang ada orang lain!

3. Pindah tempat tinggal

Selama di Jakarta saya sudah pindah tempat tingal 4 kali. Awal pindah ke Jakarta saya kost di daerah Tanjung Priok. Istri saya belum bisa ikut pindah karena urusan pekerjaan. Akhirnya selamat 3 bulan awal kami menjalani LDR. Setelah istri saya bisa ke Jakarta, kami menyewa sebuah apartemen di kawasan Otista-MT Haryono, Jakarta Timur. 9 bulan kemudian kami pindah ke apartemen di kawasan Pos Pengumben, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Hingga akhirnya, Restya diterima menjadi calon dosen di ITB. Oleh karena itu kami menjalani LDR lagi pada September 2014. Akhirnya, saya memutuskan kembali ke kosan awal saya di Tanjung Priok sejak Desember 2014 hingga saat ini diiringi lagu LDR-nya Raisa.

Selain itu, sebenarnya ada beberapa highlights lagi yang penting di 2,5 tahun ini:

  1. Saya dan Restya mulai ketagihan tayangan TV kabel/satelit sejak tinggal di apartemen seperti How I Met Your Mother, Mistresses, Devious Maid, Master Chef, Asia Next Top Model, dll.
  2. Tamatnya How I Met Your Mother. Sampai sekarang tampaknya belum ada yang bisa menggantikan
  3. Pergi ke luar negeri untuk pertama kali. Tahun 2013 kemarin saya mendapat tugas dinas ke Korea.
  4. Operasi Restya. Selengkapnya bisa dibaca di sini.
  5. Tidak ikut memilih pemilu legislatif karena malas bolak-balik ke Bandung (padahal udah niat milih P*S) dan ikut memiilih Jokowi di pemilu presiden.
  6. NOAH meluncurkan album baru, Second Chance. Dan, saya memberi judul tulisan ini Second Chance dengan harapan ada kesempatan kedua untuk kembali rajin menulis….
 
2 Comments

Posted by on March 5, 2015 in Uncategorized

 

Testimonial

Berikut ini testimonial dari orang-orang.. Kalo mau nambahin silahkan… 🙂

***

“Kesan pertama, lihatlah wajah yang ramah dan penuh senyuman. Kenali dia lebih dalam. Maka temukan komitmen, dedikasi, dan integritas. Selalu terbuka terhadap perubahan dan pembawa mimpi yang dapat mencerahkan langit di bumi HMIF”
(Ginar Santika – Inay IF’05)

“Ivan itu punya integritas, empati, kemampuan analisis, visi, kemampuan memotivasi, dan tanggung jawab. Sifatnya low profile, jujur (kecuali hobinya ngaku2 ganteng :P, jarang boong ), mampu melihat titik cerah dari sebuah masalah. Complete skills a leader may have!”
(Restya Winda Astari IF’06)

“Ivan orangnya santai, asik, ramah, dan murah senyum. Pesannya kalo udah jadi kahim jangan ragu ambil keputusan dan jangan lupa juga penilaian baik-buruk yang berasal dari orang lain”
(Ginanjar FM IF’07)

“Ivan memiliki integritas dan figuritas yang tinggi. Dengan latar belakang sebagai PSDA, pemahamannya akan kaderisasi tidak diragukan. Kemampuan argumen dan analitisnya sangat baik.”
(Fahmi Mumtaz, IF06, Kadivkel HMIF 2008/2009)

“Kita semua ingin HMIF adalah tempat yang menyenangkan, bukan tempat yang melelahkan, kita semua ingin HMIF adalah himpunan yang menguntungkan anggotannya di bidang sosial dan akademik, kita semua ingin HMIF adalah tempat untuk saling berbagi, kita ingin HMIF adalah tempat tumbuh dan bekembang anggotanya, kita semua ingin HMIF yang luar biasa!  Saya melihat , sosok yang tepat untuk merealisasikan itu semua  yaitu Ivan, konsep yang dibawa Ivan untuk masa depan HMIF, membuka harapan dan keyakinan di hati untuk mencapai itu semua. Oleh karena itu, saya mendukung Ivan untuk maju menjadi Kahim for better HMIF!”
(Neo Enriko, IF07, Divisi PSDA HMIF)

“Kang Ivan, orang biasa yang punya mimpi-mimpi luar biasa. Sosok yang penuh semangat, peduli dengan sekitarnya, dan berpikir kritis. Seorang kadiv yang kenal dan dekat dengan anggotanya”
(M Pasca Nugraha, IF 07, Divisi PSDA HMIF)

“Ivan dalah pria bertanggung jawab yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik di PSDA. Orangnya juga santun, ramah, dan memiliki integritas tinggi. Ia cocok menjadi pemimpin baik organisasi maupun rumah tangga :p ”
(Obbie Hadrian, IF06, Kepala BRT HMIF 2008/2009)

“Ivan tuh berdedikasi dan bisa menjaga komitmen. Meskipun terkadang tampak bimbang mengambil keputusan, dia mampu merangkul berbagai elemen sehingga keputusannya dapat dibilang keputusan terbaik. Tambahan 1 lagi, Ivan udah memiliki gambaran jelas istri di masa depan. haha”
(Austin Dini, IF 06, Kadiv PM HMIF 2008/2009)

“Tipikal pemimpin yang menyatukan pendapat daripada otoriter, tapi terkadang suka lama untuk mengambil keputusan. Gak bisa multitasking. Sering dibully,. Ivan tuh suka rela berkorban.. Berpendapat berdasarkan analisis .”
(Risa Astari Dewi, IF 06, PSDA HMIF)

Read the rest of this entry »

 
7 Comments

Posted by on March 25, 2009 in Uncategorized

 

Rancangan Struktur dan Program Kerja

struktur

Secara umum, hanya dilakukan sedikit perubahan struktur di top level management dari kepengurusan tahun lalu.

Saya akan mengoptimalisasi struktur kan kegiatan dari kepengurusan yang sekarang.

Perubahan yang terlihat jelas adalah munculnya Wakil Ketua I dan II menggantikan Sekjen Internal dan Sekjen Eksternal. Fungsi dari masing-masing adalah:
1.    Wakil Ketua I bertugas membantu ketua di bidang sumber daya manusia himpunan (seperti sekjen internal dari kepengurusan tahun lalu), ditambah pengawas penerapan kaderisasi informal di tiap-tiap divisi-biro. Selain itu, Wakil Ketua I bertugas membantu ketua menjadi supervisi di kegiatan-kegiatan Biro Rumah Tangga, Divisi PSDA, Divisi Kekeluargaan, dan Divisi Keprofesian.

2.    Wakil Ketua II bertugas membantu kedua di bidang pengonsepan hubungan HMIF dengan entitas luar (seperti sekjen eksternal kepengurusan tahun lalu). Selain itu, Wakil Ketua II juga membantu ketua di bidang ekonomi yang berhubungan dengan entitas luar. Wakil Ketua II juga bertugas membantu ketua menjadi supervisi di kegiatan-kegiatan Biro Ekonomi, Divisi Media, Divisi Pengabdian Masyarakat, dan Divisi Hubungan Luar.

Apa yang mendasari pembagian divisi-biro tersebut tersebut?
Pembagian divisi-biro yang dilakukan supervisi oleh Wakil Ketua, banyaknya sumber daya di divisi-divisi, entitas kegiatan di divisi-divisi, dan mempertimbangkan objek dari divisi (dalam-luar). Yang akan ditekankan di sini adalah pembagian tersebut  tidak merupakan batasan divisi untuk saling koordinasi.

Mengapa tidak memakai struktur departemen di atas divisi?
Hal ini dilakukan agar Ketua Divisi bisa lebih langsung berkoordinasi dengan Kahim.

Setiap DE adalah pemimpin HMIF

Namun, Kahim sendiri bukanlah orang super yang bisa mengawasi keseluruhan divisi. Oleh karena itu, ditunjuk wakil-wakil yang membantu kahim untuk supervisi kinerja setiap divisi.

Perbedaan dan Perubahan
Perbedaan dan perubahan dari kepengurusan tahun lalu untuk optimalisasi dari kepengurusan sekarang :

1.    Biro Ekonomi masih menjalankan fungsi seperti tahun lalu, yaitu di sektor ekonomi, biro ekonomi sebagai peran strategis pencari dana. Marketing proyek yang dilakukan sekarang ditambahkan menumbuhkan “brand” HMIF seperti pembuatan brosur penawaran proyek, dan lain-lain. Untuk kegiatan yang berhubungan dengan penjualan, lebih mengutamakan bidang ekonomi yang berorientasi profit dan lebih diutamakan ke luar HMIF (luar di sini berarti yang tidak berhubungan dengan HMIF sebagai organisasi), seperti lab-lab, himpunan lain, anggota HMIF yang melakukan kerja sama di luar keorganisasian HMIF, dan lain-lain.

2.    Biro Rumah Tangga masih menjalankan fungsi seperti tahun lalu dan masih akan menekankan agar BRT tidak terkesan sebagai penjaga sekre saja. Fungsi BRT kali ini akan ditambah penjualan yang bersifat pelayanan ke anggota HMIF yang tidak berorientasi profit dan bersifat pelayanan. Seperti suvenir himpunan, kaos sepakbola, dll.

3.    PSDA masih menjalankan fungsi di bidang kaderisasi, kemahasiswaan, softskil, dan akademis.  Namun, harapannya di kepengurusan kali ini sudah mendapatkan bentuk dari step-step kaderisasi formal yang akan dilakukan untuk anggota HMIF yang bisa dipakai sampai beberapa kepengurusan ke depan.

4.    Divisi kekeluargaan. Ada optimalisasi dan efisiensi proker di Divisi Kekeluargaan. Selain itu, inginnya beberapa acara disisipi oleh esensi-esensi lain seperti pengabdian masyarakat.

5.    Divisi Pengabdian Masyarakat: Inginnya sense Pengabdian Masyarakat lebih mengena ke banyak orang. Pengabdian masyarakat di sini juga melibatkan bidang keprofesian dan bukan keprofesian. Masalah pewacanaan ke dalam kepantiaan dan himpunan juga ingin ditekankan lagi. Selain itu, diharapkan tetap melanjutkan apa-apa yang telah dilakukan rutin tahun lalu serperti bina ekskul, dll.

6.    Divisi Media : Yang dilakukan divisi media kepengurusan kemarin sudahlah bagus, namun yang perlu dilakukan adalah follow up dari kegiatan tersebut, seperti portal HMIF, update HMIF Inside, dll. Selain itu, Divmed sendiri diharapkan lebih berperan dalam memberikan update informasi ke massa HMIF, seperti optimalisasi mading atau facebook.

7.    Sibulu: Yang dilakukan di kepengurusan kemarin telah baik. HMIF telah berkontribusi besar ke KM ITB. Hal tersebut haruslah dipertahankan. Selain itu, untuk tahun ini harus dilakukan follow up dari kegiatan temu alumni Arkavidia. Optimalisasi AIB, nilai apa saja yang bisa kita ambil dari sana. Kontribusi lebih ke Keluarga Mahasiswa jika kebutuhan dan kewajiban himpunan telah terpenuhi.

8.    Divisi Keprofesian : apa yang sudah dilakukan sudah luar biasa yang terlihat dengan banyaknya proyek. Untuk internalisasi akan lebih ditekankan, agar proyek tidak dapat hanya dilakukan oleh beberapa orang saja. .Selain itu, mencoba untuk membangkitkan kembali riset dan inovasi, yaitu dalam hal pengembangan yang bukan berbasiskan proyek. Inginnya banyak yang terlibat di sini. Perbanyak training-training internal yang dilakukan sesuai kebutuhan-kebutuhan tiap angkatan yang telah dianalisis sebelumnya. Seminar ke luar dapat dilakukan dengan kerja sama dengan divisi lain. Selain itu, pengadaan lomba desain software yang berbasiskan pengabdian masyarkat dapat dilakukan dengan bekerja sama dengan divisi lain.

Bagaimana menghilangkan pengkotak-kotakan divisi?
Untuk lebih meningkatkan kerjasama divisi-biro dan penghilangan terkotak-kotaknya divisi-biro, kepengurusan ini akan dioptimalkan dan diperbanyak beberapa proker yang sifatnya kolaborasi. Diharapkan divisi-biro saling bekerja sama dalam melakukan program kerja dengan kepanitiaan gabungan. Contoh-contohnya seperti: gerak jalan himpunan yang diiringi kampanye open source atau pengambilan sampah di jalan.

Dimana porsi Arkavidia?
Kepengurusan tahun lalu menginisiasi sebuah acara besar keprofesian yang diharapkan dapat rutin dilaksanakan per tahun. Untuk sekarang, masih menunggu eksekusi dari Arkavidia untuk diambil evaluasinya.

Kita tidak mengetahui amalan mana yang akan diterima di sisi-Nya kelak. Do more, Achieve More!

 
Leave a comment

Posted by on March 25, 2009 in Uncategorized

 

Kaderisasi di ITB

Kaderisasi adalah suatu proses untuk menciptakan kader-kader baru yang siap menjalankan organisasinya. Proses kaderisasi bertujuan agar anggota baru memahami visi dan misi organisasi, sehingga setelah masuk ke dalam oganisasi tersebut maka keberlangsungan organisasi dapat tetap terjamin. Kaderisasi setiap organisai berbeda tergantung dari kebutuhan masing-masing organisasi, sebagai contoh adalah kaderisasi unit kegiatan musik berbeda dengan kederisasi unit olahraga.

Posisi Kaderisasi di ITB

ITB sebagai salah satu institusi pendidikan di Indonesia merupakan tempat pembelajaran yang ideal bagi calon-calon pemimpin bangsa. Putra-putri dari seluruh penjuru nusantara berkumpul di ITB untuk bersama-sama menimba ilmu sehingga kelak akan berkontribusi bagi pembangunan dan kemajuan Indonesia.

Dalam konsepsi KM ITB, bahwa tugas perguran tinggi adalah untuk membentuk insan akademis. Yang dimaksud insan akademis adalah insan yang senantiasa untuk mengembangkan diri sehingga tanggap dan mampu menghadapi tantangan masa depan sekaligus dapat menkritisi kondisi masyarakat di masa kini dan selalu berupaya membentuk tatanan masyarakat masa depan yang ideal dengan landasan kebenaran ilmiah. Yang dimaksud dengan tatanan masyarakat masa depan ideal disini adalah masyarakat madani yaitu masyarakat yang memiliki nilai parsitipatif, aspriratif, mandiri, nonhegemonik, dan beretika.

Sebagai sebuah institusi pendidikan, sistem pembinaan kemahasiswaan di ITB dilakukan secara menyeluruh, baik dari aspek hardskill maupun softskill. Hardskill didapatkan dari bangku perkuliahan dan juga praktikum yang disediakan oleh bagian akademik ITB sedangkan softskill diperoleh dari aktivitas di organisasi-organisasi kemahasiswaan. ITB sangat memfasilitasi kegiatan kemahasiswaan, hal tersebut dapat terlihat dari banyaknya organisasi-organisasi kemahasiswaan baik unit kegiatan mahasiswa (UKM) ataupun himpunan mahasiswa jurusan (HMJ). Setiap organisasi berusaha untuk membina anggotanya agar kelak siap untuk memimpin dan bekontibusi bagi Indonesia.

Organisasi-organisasi kemahasiswaan intra kampus, adalah organisasi yang mengalir, hanya diperuntukkan bagi mahasiswa yang masih aktif berkuliah, sedangkan mahasiswa yang telah lulus dan menjadi alumni tidak lagi behak untuk menjadi anggota organisasi intra kampus. Karena hal tersebut maka dibutuhkan kaderisasi agar organisasi dapat terus berlangsung.

Perizinan Kaderisasi di ITB

Senat akademik sebagai salah satu struktur lembaga ITB, telah menyusun kebijakan pembinaan kemahasiswaan yang mengatur kegiatan kemahasiswaan ITB. Menurut poin 6.2 pada kebijakan organisasi kemahasiswaan, ruang lingkup organisasi kemahasiswaan ITB dapat berupa kegiatan pengembangan diri atau pendidikan karakter, pelatihan berorganisasi dan kepemimpinan, peningkatan kreativitas dan penalaran, dst. Kegiatan yang terdefinisi sebagai kegiatan kaderisasi adalah kegiatan-kegiatan yang mencakup pembentukan karakter, pengembangan diri, maupun kepemimpinan. Dengan demikian, kegiatan kaderisasi yang dilaksanakan oleh KM ITB merupakan kegiatan yang termasuk dalam ruang lingkup organisasi kemahasiswaan.

Namun, mengacu pada Keputusan Rektor ITB nomor 082 pasal 2 ayat 6 tentang menyelenggarakan orientasi studi dan sejenisnya pada tingkat institut, fakultas, dan prodi yang merupakan salah satu kegiatan yang dilarang yang melanggar etika akademik ITB dan hak asasi manusia. Orientasi studi yang terdapat dalam keputusan tersebut masih membutuhkan penjelasan yang lebih lanjut tentang batasan-batasan teknis yang bisa membuat suatu kegiatan terdefiniskan sebagai orientasi studi, hal ini diperlukan untuk keberjalanan kegiatan-kegiatan kemahasiswaan kedepannya. Di level fakultas sendiri, peraturan ini didefinisikan berbeda-beda sesuai dengan fakultas dan prodi masing-masing.

Maka saat ini disusunlah draft koridor kaderisasi sebagai aturan bersama yang disepakati oleh elemen KM ITB yang akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan kegiatan kaderisasi dan untuk menyamakan persepsi tentang kegiatan kaderisasi antara pihak ITB dengan organisasi kemahasiswaan.

Isu IMG

Saat ini, sedang ramai isu tentang tragedi yang menimpa saudara kita Dwiyanto Wisnugroho. Dwiyanto Wisnugroho, yang akrab dipanggil Wisnu merupakan salah satu peserta rangkaian proses pembinaan anggota baru IMG yang akan ditutup dengan acara akhir di Lembang, Minggu (8/2/2009).

Ramainya isu ini membuat banyak opini tentang kaderisasi. Wacana orang-orang rata-rata mengecam kaderisasi di ITB. Kaderisasi di ITB di katakan penuh dengan perploncoan dan jauh dari hak asasi manusia. Padahal, paradigma tersebut adalah salah.

Dahulu, orang mengenal kaderisasi sebagai orientasi studi pengenalan kampus atau dikenal ospek. Di ITB, ospek sudah mengalami transformasi nama dan esensi menjadi OS atau orientasi studi dan sekarang menjadi kaderisasi. Nama dan konotasi kaderisasi lebih ringan diterima oleh masyarakat dan sebagai bentuk komitmen mahasiswa untuk mengubah citra OS di masa lalu. Ospek ITB dapat dibagi menjadi dua, ospek kampus dan OS jurusan atau program studi.

Proses kaderisasi akan mengikuti perkembangan zaman, kaderisasi saat ini berbeda dengan kaderisasi pada era 66. Pada masa itu, dibutuhkan mahasiswa-mahasiswa yang berani melawan tirani sehingga bentuk kaderisasi yang diberikan lebih banyak berisi pelatihan fisik dan mental, sedangkan pada era reformasi saat ini, tipe kader yang dibutuhkan adalah kader yang kritis dan berwawasan luas sehingga bentuk kaderisasinya harus sesuai dengan tujuan tersebut.

Organisasi-organisasi di ITB menyadari akan perubahan tersebut, oleh karena itu maka sistem kaderisasi pun telah berkembang mengikuti perkembangan zaman. Saat ini kaderisasi di ITB lebih banyak dilakukan dengan cara diskusi dan simulasi. Diskusi bertujuan untuk menciptakan mahasiswa-mahasiswa yang kritis, berfikir ilmiah dan berani mempertanggung jawabkan pernyataanya, sedangkan simulasi-simulasi bertujuan untuk meningkatkan kerjasama antara sesama anggota.

Kenyataan saat ini, transformasi yang dilakukan benar-benar mengedepankan komitmen untuk menjadi mahasiswa seutuhnya yang memiliki kesiapan mental dan intelektual. Apabila terjadi sesuatu seperti saat kasus IMG ada kemungkinan akibat human error atau akibat ulah oknum tertentu. Tidak dapat dimungkiri ada oknum yang memanfaatkan ospek sebagai ajang senang-senang semata tanpa tujuan, itu yang dulu dikenal dengan perpeloncoan. Akan tetapi, saat ini perpeloncoan telah dihapuskan dengan mengembalikan kepada tujuan kegiatan ospek itu sendiri.

Referensi:

[1] Meluruskan Paradigma tentang Ospek, Bobby Rahman, dimuat di Pikiran Rakyat

[2] Kaderisasi bukan Perpeloncoan, Depertemen Advokasi dan Pelayanan, dimuat di http://www.km.itb.ac.id

 
4 Comments

Posted by on March 18, 2009 in Uncategorized

 

Bersama, Berkesinambungan, dan Bermanfaat (BBB)

HMIF tiga tahun ini

Jika dirangkum, 3 tahun lalu, saat Ketua HMIF dijabat oleh Budiono, Budiono meletakkan dasar pengabdian masyarakat. Dia membuat sebuah divisi yang bernama divisi pengabdian masyarakat yang ditujukan agar rasa pengabdian masyarakat terasa di HMIF. Selain itu, dibuat juga acara-acara berbasis keprofesian seperti training dan workshop untuk agar kegiatan keprofesian terasa di HMIF. Budiono juga meletakkan dasar STEI karena saat itu terjadi perubahan pada ITB dari yang awalnya tahun pertama mahasiswa sudah masuk program studi, tetapi sekarang menunggu tahun kedua. 2 tahun lalu, saat Ketua HMIF dijabat oleh Iqbal Farabi, HMIF fokus untuk memantapkan sistem. Hal ini terlihat dari HMIF yang berusaha melakukan Amandemen AD-ART, pembuatan GDK, dan pembuatan SOP-SOP tersendiri. HMIF berfokus untuk memperbaiki pondasi HMIF. 1 tahun ini, saat Ketua HMIF dijabat oleh Dwinanto Cahyo, HMIF berfokus pada tidak mengulangi kesalahan yang lalu. HMIF juga berusaha merintis sebuah acara besar keprofesian yang melibatkan banyak massa dan dapat sebagai brand HMIF.

Gambaran HMIF ke depan
“Bersama, Berkesinambungan, Bermanfaat”

HMIF milik Bersama
HMIF berjalan bukan hanya karena impian dan ambisi ketua atau segolongan orang. HMIF  seharusnya berjalan di atas impian semua anggotanya untuk mencapai HMIF yang lebih baik.

bersama

HMIF yang memiliki sistem Berkesinambungan
Kepengurusan setiap tahun seharusnya merupakan perbaikan akan kepengurusan sebelumnya. Dari masa lalu kita belajar, kita ambil yang baik dan lanjutkan. Kesalahan masa lalu kita perbaiki dan jangan sampai terulang kembali. Selain itu, Satu tahun sendiri adalah waktu yang singkat untuk menggapai semuanya. Oleh karena itu, kita harus berpikir untuk tujuan jangka panjang dan melakukan kepengurusan ini sebagai langkah untuk mencapai tujuan tersebut.

berkesinambungan

HMIF yang Bermanfaat ke dalam dan keluar
Setiap anggota haruslah “nyaman” saat berada di himpunan. Hal ini bisa didapat jika di himpunan anggota tersebut menemukan manfaat, baik di bidang keprofesian, akademik, kekeluargaan, dan yang lainnya. Himpunan yang ideal adalah himpunan yang dapat memenuhi kebutuhan anggotanya akan keprofesian, pengabdian masyarakat, dan kekeluargaan. Setelah memenuhi kebutuhan anggota, himpunan sendiri diharapkan dapat memenuhi kebutuhan lingkungan akan himpunan. Himpunan dapat membantu ITB dalam mengembangkan mahasiswa atau membantu masyarakat dengan pengabdian masyarakatnya.

bermanfaat

Bagaimana mencapai hal tersebut?

HMIF sebagai organisasi pembelajar
Kesalahan masa lalu kita perbaiki dan jangan sampai terulang kembali. Selain itu, kita mulai berproyeksi ke depan dalam menyusun target jangka panjang HMIF dan melakukan satu tahun ini untuk mencapai itu.

Program kerja yang efisien dan efektif
Hanya proker-proker yang esensial yang akan dilaksanakan. Dengan berkurangnya proker divisi, diharapkan waktu dan perhatian untuk ikut berpartisipasi di divisi lain semakin tinggi. Di samping itu, partisipasi massa di kegiatan kemahasiswaan terpusat dapat bertambah. Sayang sekali jika hanya kita terbelenggu di bidang informatika saja. Bidang informatika tidaklah cukup untuk mengatasi masalah bangsa.

Pembelajaran anggota yang berkesinambungan
Kepengurusan sekaranglah saat yang tepat untuk mengimplementasikan Grand Desain Kaderisasi tersebut secara menyeluruh. Implementasi GDK sendiri dimaksudkan agar kaderisasi tidak berhenti saat seseorang masuk ke himpunan. Kaderisasi informal divisi atau kaderisasi formal yang dibuat semoga bisa membuat lulusan HMIF yang kompeten menghadapi dunia luar kampus setelah kuliah

Standardisasi keprofesian anggota
Kegiatan akademik di kampus ternyata belum cukup untuk memberikan pengalaman tentang keprofesian. Dunia informatika yang terus berkembang secara pesat membuat semakin luasnya dunia informatika. Menutupi kekurangan tersebut, himpunan dapat berperan sebagai penyedia kebutuhan tersebut. Training-training dan seminar-seminar internal dapat dijadikan sarana untuk meningkatkan keprofesian tersebut.

Peningkatan rasa pengabdian masyarakat baik melalui kegiatan keprofesian maupun lainnya
Keprofesian kita jauh dari kemiskinan. Padahal, “sense” akan meningkat jika kita turun ke lapisan paling bawah. Oleh karena itu, kepengurusan sekarang akan dicoba dua buah solusi. Yang pertama, kita turun langsung ke masyarakat meskipun kurang dari segi keprofesiannya. Acara ini diyakini dapat melibatkan banyak massa dan meningkatkan “sense” mereka. Yang kedua adalah pengabdian masyarakat yang berbasiskan keprofesian, contohnya: Training Open Source. Namun, hal yang harus dilakukan sebelum dan setelahnya adalah pewacanaan bahwa acara ini bertujuan mulia untuk pengabdian masyarakat.
Yang terpikir lebih lanjut adalah membuat semacam lomba software desain intern HMIF yang memiliki tema tentang masalah yang dialami lingkungan sekitar. Ketika mengerjakan lomba tersebut, diharapkan timbul inovasi-inovasi untuk menyelesaikan masalah yang ada. Inovasi tersebut inginnya di follow up sampai bisa diimplementasikan dan bermanfaat untuk masyarakat.

Menuju sistem ekonomi HMIF yang mandiri
Pembentukan sebuah sistem workshop milik HMIF sebagai branding agar mempermudah marketing. Proyek-proyek yang dikerjakan pun tidak terbatas hanya fokus dilakukan oleh divpro tapi semua massa dapat berpartisipasi. Mimpi lebih jauh adalah workshop ini dapat berbadan hukum resmi sehingga dapat bekerja dengan pemerintahan untuk pengabdian masyarakat.

Berkontribusi aktif dengan entitas luar HMIF
HMIF terlalu kecil untuk bisa memberikan banyak ke masyarakat. Oleh karena itu, kerja sama dengan pihak KM ITB, AIB, dan entitas luar lainnya diharapkan dapat ditingkatkan kepengurusan kali ini untuk berkontribusi ke masyarakat
Impian HMIF 5 Tahun ke Depan
Berikut proyeksi himpunan 5 tahun ke depan yang dicapai dari kepengurusan ini.
1.    Himpunan bisa menjadi tempat yang nyaman dan para anggotanya akan mengenangnya saat telah lulus nanti. Lebih jauh, semoga beberapa puluh tahun lagi image alumni IF yang tidak terikat ke himpunan berubah
2.    Himpunanan berkolaborasi dengan entitas luar menciptakan karya nyata untuk bangsa.
3.    Saat HMIF akan melakukan acara-acara, ekonomi HMIF telah mandiri.
4.    Himpunan bisa bekerja sama dengan pemerintah untuk mengatasi masalah-masalah bangsa dengan bidang informatikanya.
5.    Sistem GDK telah berjalan dengan baik sehingga menghasilkan kader-kader terbaik untuk bangsa.
For Better HMIF!

 
3 Comments

Posted by on March 18, 2009 in Uncategorized

 

Sejarah Palestina

Akhir-akhir ini terjadi keprihatinan yang mendalam di bumi Palestina. Beribu orang tewas akibat serangan Israel ke jalur Gaza yang dimulai tanggal 27 Desember 2008. Dunia pun bergejolak. Beberapa negara dengan keras menentang Israel bahkan dengan memutuskan hubungan diplomatiknya. Unjuk rasa menentang serangan Israel pun terjadi di mana-mana termasuk di Indonesia. Namun, perang masih mungkin meletus hingga beberapa tahun mendatang.

Palestina memang memiliki sejarah yang pelik. Israel, yang merupakan bangsa Yahudi, mendirikan negaranya di atas tanah Palestina. Hal ini menyebabkan situasi berkembang hingga keadaan sekarang. Untuk lebih memahami konflik ini, maka saya berusaha merangkum sejarah Palestina dari awal hingga terjadinya konflik.

Wilayah Palestina-Israel (swaramuslim.com)

Wilayah Palestina-Israel (swaramuslim.com)

Tulisan ini dirangkum dari beberapa sumber yaitu:

  1. Makalah Umar Asasudin, M.A. yang berjudul “Peranan Cendekiawan dalam Perjuangan Kemerdekaan Palestina: Pendekatan Sejarah”
  2. Pidato Ikhrimah Shabri (Imam Masjid Al-Aqhsa Palestina pada tahun 1992) yang berjudul “Palestina: Sejarah Perjuangan, Intifada, dan Agresi Israel terhadap Masjidil Aqsha”.
  3. Makalah Dr. Roeslan Abdoelgani yang berjudul “Solidaritas Indonesia terhadap Palestina: Suatu Tinjauan Historis”

Ketiganya terdapat dalam buku “Palestina: Solidaritas Islam dan Tata Politik Dunia Baru”, dengan editor : M Riza Sihbudi & Achmad Hadi, cetakan Pustaka Hidayah tahun 1992. Buku ini berintikan makalah dalam seminar “Pekan Persahabatan Indonesia Palestina” 13-18 Januari 1992 di Yogyakarta.

Kejadian setelah tahun 1992 dirangkum dari:

  1. “Tabel Sejarah Timur Tengah” dalam blog “Kajian Timur Tengah” oleh Dina Y. Sulaeman
  2. “Sejarah Berdirinya Negara Israel” oleh Panji Prabowo (Kepala GAMAIS ITB 2008-2009) dalam blognya
  3. Berita-berita dalam kompas.com tentang perang Israel Palestina.

Selamat membaca!

***

Wilayah Palestina pada mulanya ditinggali oleh beberapa bangsa, yaitu bangsa Ammonit dan Philistine. Lalu, sekitar tahun 1000 SM, Palestina ditaklukan oleh Raja Thalut dan Daud a.s. Daud a.s. dan keturunannya, yang merupakan bangsa yahudi, akhirnya menjadi raja di sana dan Palestina menjadi tanah air bangsa yahudi dari 1000 SM – 135 M. Palestina sendiri sempat dikuasai oleh Kerajaan Persia, Babilonia, Mesir, dan kerajaan-kerjaaan lain secara bergantian dalam rentang waktu tersebut.

Wilayah Palestina Dikuasai Kerajaan Romawi

Sekitar tahun 100 SM muncullah kekuatan Roma dan pada tahun 63 SM, Roma, di bawah pemerintahan Raja Pompey, menaklukan kerajaan yang menguasai Palestina. Tahun 66 M, timbul pemberontakan yang dilakukan oleh bangsa Yahudi. Perang terjadi dan pemberontak kalah dan akhirnya pada tahun 70 M, Jerussalem jatuh sepenuhnya ke tangan Roma.

Raja Pompey dari Romawi (www.usu.edu)

Raja Pompey dari Romawi (www.usu.edu)

Pada saat itu, biasanya Roma tidak melakukan penekanan tetapi memperlakukan daerah jajahannya dengan lembut untuk mempersatukan warga negeranya dengan bangsa jajahannya. Namun, di dalam kasus bangsa Yahudi, cara ini tidaklah berhasil. Seringkali timbul huru-hara dari bangsa Yahudi. Hal ini menyebabkan akhirnya Roma berlaku keras kepada bangsa Yahudi dan mengeluarkan dekrit yang mematikan nasionalismen bangsa Yahudi dengan cara melarang berbagai peribadatan mereka.

Pada akhirnya dekrit ini membuat sebuah pemberontakan besar dari 200.000 orang Yahudi yang dipimpin oleh Barcocheba di Jerussalem. Raja Hadrian yang saat itu memimpin Roma mengirimkan Julius Sevenus dan tentara yang jumlahnya besar untuk memadamkan pemberontakan dan menaklukan Jerussalem. Pada saat itu, bangsa Yahudi kalah dan dikeluarkan peraturan mereka dilarang masuk ke kota apapun alasannya. Jerussalem dijadikan koloni Roma dan tempat peribadatan Yahudi, haikal Yahudi, diganti dengan candi lambang supremasi Roma, candi Yupiter. Mulai saat itu bangsa Yahudi tersebar ke luar Palestina. Namun, ada sebagian kecil yang tetap bertahan di sana.

Setelah masa itu, pengaruh agama Kristen masuk ke Roma, sehingga menumbuhkan penyebaran agama Kristen di Palestina. Agama Kristen tumbuh di daerah tersebut. Lalu, pada pembagian kerajaan Roma tahun 395, Palestina berada dalam kekuasaan Kerajaan Bizantium, yang disebut juga kerajaan Romawi Timur. Pada saat itu Palestina menjadi daerah yang makmur, menjadi pusat perkembangan jemaah haji (beribadah mengunjungi tempat-tempat suci yang dilakukan oleh penganut Kristen,Yahudi,dll.). Namun sesekali muncul penyiksaan kepada bangsa Yahudi oleh bangsa yang menguasai.

Tahun 611 M, Chosroes II, raja Kerajaan Sasan dari Persia,  menyerang daerah itu. Diikuti oleh bangsa Yahudi yang ingin membalas dendam. Yerussalem direbut. Gereja Holy Sepulchre dihancurkan dengan tanah dan hartanya dibawa. Gereja lain bernasib sama dan uskupnya ditahan.

Tahun 628 M, Raja Heralcus dari Bizantium menaklukan kembali teritorial tersebut. Namun kemenangan ini bersifat sementara karena munculnya kekuatan Islam yang melemahkan Kerajaan Bizantium tersebut.

Palestina Dikuasai Islam

Islam muncul tahun 610 M di bawah kepemimpinan Muhammad saw. Di selang tahun 610-632 M, suku-suku di daerah Arab berhasi l dipersatukan di bawah kepemimpinannya yang asalnya saling bermusuhan. Kerajaan Islam (Kekhalifahan Islam) setelah Muhammad saw meninggal di bawah pemimpin Abu Bakar (632-634 M) berusaha merebut daerah Palestina dari tangan Bizantium. Namun, usaha tersebut tidak berhasil dan akhirnya baru berhasil ketika Kekhalifahan Islam dipimpin oleh Umar ra. Pada tahun 636, Bizantium jatuh.

Di bawah kepemimpinan Umar ra. terjadi perjanjian damai di Jerussalem antara pemerintahan Umar dengan umat Kristen yang dipimpin oleh Uskup Sophronius. Umar sendiri sempat mengunjungi The Holy Rock (tempat ibadah Daud as. dan tempat Haikal Yahudi) dan tempat itu menjadi Masjid Umar. Muncullah pengaruh Islam di Jerussalem.

Perselisihan yang terjadi di antara kepemimpinan umat Islam setelah zaman Muhamamad saw dan Khulafaurrasyidin (4 sahabat Nabi Muhamamad saw yang memimpin setelah nabi wafat) menyebabkan munculnya berbagai dinasti yang berganti memimpin Islam dari Dinasti Muawiyah sampai dengan Dinasti Abbassiah. Pada tahun 685-705, khalifah Abdul Malik dari Dinasti Abbasiah memperindah tempat suci Jerussalem dengan membangun Kubah Al-Sakhrah, atau Dome of the Rock. Pada tahun 929, terjadi pemberontakan kaum Qaramithah yang merampas Mekkah. Hal ini menyebabkan banyaknya eksodus bangsa Arab ke Jerussalem. Pada tahun 1969, Mesir, diduduki dinasti Fathimah yang menyatakan kemerdekaannya dari Dinasti Abbassiyah. Terjadi pertikaian antara kedua dinasti tersebut sampai dengan 1072 dan akhirnya Palestina dikuasai oleh Dinasti Fathimiah. Gereja Holy Sepulchre hancur saat serangan Dinasti Fathimiah ke Dinasti Abbasiyah.

Dome of the Rock (history.boisestate.edu)

Dome of the Rock (history.boisestate.edu)

Pada masa Perang Salib dan setelahnya (1099-1900)

Pada tahun 1099, datang serangan suku Frank dari Eropa yang membawa ke daerah Yerussalem yang membawa 40.000 tentara untuk menguasai Jerussalem. Jerussalem takluk dan akhirnya berdirilah kerajaan Latin di Jerussalem. Perang ini disebut Perang Salib I. Palestina dikuasai oleh suku Frank yang beragama Kristen. Adanya Perang Salib II yang berlangsung tahun 1147-1187 menyebabkan Palestina kembali berada di tangan Kerajaan Islam. Perang Salib berlangsung beberapa kali namun akhirnya berbuntut kepada perjanjian damai.

Pada tahun 1258, muncul serangan dari suku Tartar di bawah pimpinan Hulagu yang berasal dari Asia Tengah (Mongol). Serangan ini sempat menakukan Baghdad, Damaskus, dan Suriah. Namun, datangnya tentara dari Mesir menyebabkan mereka kalah dan akhirnya daerah itu dikuasai oleh Mesir.

Wilayah Dikuasai Turki (1516-1900)

Pada 1516, Turki menaklukan Mesir yang menyebabkan daerah itu ditaklukan Turki. Turki menjadikan daerah Palestina sebagai salah satu provinsi dan gubernur dikirim dari Konstatinopel. Turki menguasai Palestina selama 4 abad.  Mulai 1840, Turki membuka Palestina demi kepentingan ekonominya. Akhirnya muncul pelabuhan-pelabuhan dan konsulat-konsulat Eropa. Hal ini memunculkan semakin kecilnya pengaruh Turki dan membesarnya pengaruh para konsulat di sana. Sempat terjadi Perang Krim (1854-1856) karena persaingan antara Ortodoks Yunani dan Pendeta Latin.

Theodor Herzl (www.israelvets.com)

Theodor Herzl (www.israelvets.com)

Tahun 1896, Theodor Herzl, penggagas gerakan zionisme, mengeluarkan usulannya untuk mendirikan negara Israel di Palestina. Hal ini disebabkan bangsa Yahudi yang terpencar dan tidak memiliki tanah air sejak Romawi menguasai Palestina. Akhirnya, beberapa orang Yahudi mendirikan koloni di daerah Palestina.

Berdirinya Negara Israel

Tahun 1914, muncul perselesihan antara Inggris Raya dan Turki. Akhirnya menyebabkan keduanya berperang. Palestina sempat dijadikan markas militer oleh Turki. Namun, akhirnya tahun 1918 Inggris resmi menang, dan Palestina dikuasai oleh Inggris.

Tanggal 2 November 1917, keluar deklarasi menteri luar negeri Inggris, Arthur Balfour, yang dikenal sebagai Deklarasi Balfour. Deklarasi ini berisi tentang dukungan Inggris terhadap pendirian negara Yahudi di Palestina. Hal ini disebabkan oleh bangsa Yahudi telah membantu Inggris dalam memenangi Perang Dunia I dan Inggris ingin menguasai Palestina karena berada di daerah strategis di antara Asia, Eropa, dan Afrika.

Arthur Balfour (www.firstworldwar.com)

Arthur Balfour (www.firstworldwar.com)

Pada tahun 1920, kantor pemerintahan Inggris di Palestina (British Mandate of Palestine) berdiri, Komisi Tinggi-nya adl Herbert Samuel. Setelah tahun-tahun tersebut, imigrasi Yahudi ke daerah Palestina terus meningkat. Orang Yahudi yang baru datang, biasanya masuk ke kota dan mendirikan perusahaan-perusahaan di sana.

Tahun 1929, mulai terjadi kerusuhan besar antara bangsa Arab dan Yahudi. Konflik ini terjadi karena adanya perebutan hak-hak beberapa tempat suci di Yerussalem. Selain itu, berdasarkan hasil penyelidikan tim yang dibuat Inggris, hal ini terjadi karena orang-orang Arab tertekan dengan pembelian tanah dan imigrasi orang Yahudi yang akhirnya mendesak mereka.

Tahun 1933, bangsa Yahudi hanya berjumlah 17% dari seluruh masyarakat Palestina. Namun, setelah masa itu, saat Hitler berkuasa di Jerman dan Polandia, terjadi gelombang migrasi besar-besaran dari Eropa ke Palestina. Pada saat itu juga terjadi perubahan politik di Timur Tengah. Mesir dan Suriah yang merdeka menyebabkan tumbuhnya nasionalisme untuk memerdekakan diri. Akhirnya timbul wacana untuk melepaskan Palestina dari Inggris.

Tahun 1938, Konflik antara  Arab-Yahudi memuncak. Inggris mengeluarkan mandat yang intinya akan membagi Palestina menjadi dua bagian, yaitu untuk Arab dan Yahudi untuk menghentikan perpecahan. Namun, beberapa tahun kemudian mandat itu dicabut dan diganti dengan white paper yang intinya mendesak dibentuk satu pemerintahan gabungan antara Arab dan Yahudi. White-paper ini ditentang oleh bangsa Yahudi.

Pada saat itu, bangsa Yahudi yang tinggal di Amerika memegang peranan penting dalam perekonomian Amerika.  Hal ini menyebabkan Amerika berpihak kepada kepentingan bangsa Yahudi. Inggris yang mulai merasa terganggu hubungannya dengan Amerika akhirnya menyerahkan tentang Palestina ke PBB. Inggris sendiri akan menarik mandatnya dari Palestina tanggal 15 Maret 1948.

1 September 1947, PBB menyarankan agar Palestina dibagi 2, menjadi daerah untuk bangsa Yahudi dan Arab.  Bangsa Yahudi dan Arab yang tinggal di Palestina saling berebut pengaruh dan menolak aturan tersebut. Mulailah berbagai perang gerilya yang melibatkan keduanya. Namun, sayangnya, semangat bangsa Yahudi lebih berlipat dibanding dengan bangsa Arab di sana. Di saat terjadi perang, para ningrat Arab malah kabur ke negara lain. Tanggal 14 Mei 1948, Israel diproklamirkan orang-orang Yahudi. Esoknya Amerika Serikat mengakui kedaulatan Israel.

Perjuangan Palestina Pasca 1948
(red. Mulai saat ini, digunakan istilah bangsa Palestina untuk penduduk yang kebanyakan Arab yang tinggal di Palestina yang bukan masyarakat Yahudi)

Negara-negara Arab di sekitar Palestina menolak kehadiran Israel di sana. Terjadilah perang. Israel menang telak, dan akhirnya mengusai seluruh daerah Palestina kecuali Tepi Barat yang dikuasai Suriah dan Jalur Gaza yang dikuasai Mesir. Terjadi pengungsian besar-besaran bangsa Palestina dari Palestina. Penduduk Palestina terbagi menjadi 3, yang tinggal di pendudukan Israel, tinggal di jalur Gaza dan Tepi Barat, dan yang mengungsi ke daerah-daerah luar Palestina. Setelah itu, sering terjadi bentrok antara Israel dan negara-negara sekitarnya. Tahun 1964 berdiri PLO (Palestinian liberation Organization), sebuah organisasi yang nantinya diakui sebagai satu-satunya organisasi yang mewakili aspirasi masyarakat Palestina. Pada kelanjutannya, PLO dipimpin oleh Yaseer Arafat.

Yasser Arafat (www.mukto-mona.com)

Yasser Arafat (www.mukto-mona.com)

Pata tahun 1967, terjadi perang 6 hari antara Israel-Mesir. Mesir kalah telak sehingga Israel berhasil menduduki daerah Sinnai. Tahun 1973, Mesir dan Suriah bersatu untuk menyerang Israel, namun Israel menang dan menguasai daerah hingga mendekati Terusan Suez.  Mesir akhirnya mengakui keberadaan negara Israel, dengan imbalan daerahnya sampai dengan Sinnai dikembalikan ke Mesir (tercantum dalam Perjanjian Camp David 1978).

Sejak saat itu, wilayah Palestina dikuasai Israel. Israel sendiri demi kepentingan zionismenya, membentuk perumahan-perumahan untuk bangsa Yahudi di daerah Palestina. Israel sendiri menduduki Jalur Gaza dan Tepi Barat. Di sana, bangsa Palestina dijadikan masyarakat kelas dua. Perumahan mereka digusur dan diteror. Bangsa Palestina terus menerus menderita di bawah pendudukan Israel.

Akibat dari tekanan pendudukan Israel, muncullan gerakan yang dinamakan Intifada pada tahun 1987. Gerakan Intifada sendiri, yang secara harfiah berarti “pemberontakan”, merupakan gerakan melawan tentara Israel yang bersenjata dengan batu-batu dan ketapel. Seluruh aspek bangsa Palestina, baik itu anak-anak dan orang tua, lelaki dan wanita melakukan perjuangan dengan melempar batu ke arah tentara-tentara Israel yang bersenjata dan bertank lapis baja. Selain itu munculnya beberapa kelompok-kelompok garis keras, seperti HAMAS pada tahun 1987, yang memiliki pemikiran bahwa satu-satunya cara menguris Israel dari Palestina adalah dengan perang jihad.

Seorang Anak Melempar Batu ke Tentara Israel (www.voltairenet.org)

Seorang Anak Melempar Batu ke Tentara Israel dalam Intifada (www.voltairenet.org)

Intifada (www.israelnewsradio.net)

Intifada (www.israelnewsradio.net)

Jalur Diplomasi Dimulai

Pada 30 Oktober 1991, dimulai konferensi Madrid, antara Israel dan Palestina yang diwakili oleh PLO.  Pertemuan berlanjut sehingga pada 13 September 1993, ditandatangai Perjanjian Oslo yang berisi PLO diberi wilayah otonomi, yaitu 60% dari Jalur Gaza dan kota Ariha di Tepi Barat. Imbalannya, PLO mengakui eksistensi Israel. Pada  1 Juli 1994, Arafat memasuki Gaza dalam rangka mendirikan Otoritas Nasional Palestina (Palestinian National Authority; selanjutnya disebut PNA). Pada 1996 diadakan pemilu pertama bangsa Palestina, Yasser Arafat terpilih menjadi Presiden. Selanjutnya muncul beberapa perjanjian seperti:

  1. 17 Januari 1997, Perjanjian Al Khalil ditandatangani Israel-Palestina yang berisi 20% wilayah Al Khalil tetap dikuasai Israel, sisanya diserahkan kepada Palestina.
  2. 23 Okt 1998, Perjanjian Maryland ditandatangani Israel-PNA. Berisi Israel menyerahkan sebagian wilyah di Tepi Barat kepada PNA, sebagai imbalan, PNA berjanji mengatasi masalah terorisme (terorisme sendiri merujuk kepada tindakan HAMAS)

Wilayah Palestina sendiri terbagi dua, yaitu Tepi Barat dan Jalur Gaza yang masing-masing dipisahkan oleh wilayah Israel.

Yitzhak Rabin, Bill Clinton, Yasser Arafat dalam Kesepekatan Oslo (kenraggion.com)

Yitzhak Rabin, Bill Clinton, Yasser Arafat dalam Kesepekatan Oslo (kenraggion.com)

Pada 28 Sept 2000, Intifadah Kedua dimulai, dipimpin oleh HAMAS. PNA sendiri dalam pihak yang bertentangan dengan HAMAS. PNA lebih milih untuk berdialog daripada berperang. Pada 26 Okt 2004, gigihnya perjuangan Intifadah II membuat Israel kewalahan dan mengesahkan program penarikan mundur dari Jalur Gaza. Pada, 11 Nov 2004 Yaser Arafat meninggal. Kepemimpinan di PLO digantikan oleh Mahmoud Abbas. September 2005 dimulai penarikan mundur tentara Israel dari Jalur Gaza. Inilah kemenangan para pejuang Palestina setelah 38 tahun. Namun, Israel terus melancarkan serangan dan teror ke Jalur Gaza. Selain itu, Israel mendirikan tembok-tembok pembatas yang mengucilkan pemukiman Palestina dan memperlebar perumahan bagi bangsa Yahudi.

Pada Pemilu 2006, HAMAS memenangi pemilu. Namun, sebagian besar negara barat menolak hasil pemilu ini karena menanggap HAMAS adalah teroris dunia. HAMAS sendiri berpusatkan di daerah Jalur Gaza.

Sayap Militer Hamas (heavenawaits.wordpress.com)

Sayap Militer Hamas (heavenawaits.wordpress.com)

Beberapa kali terjadi bentrok antara HAMAS dan Israel yang ditandai saling meluncurkan roket dan misil di perbatasam. Hal ini memaksa perang terjadi. Perang yang terakhir terjadi pada Desember 2008. Pasca gencatan senjata berakhir pada November 2008, tank-tank Israel masuk ke perbatasan  jalur Gaza dan milisi HAMAS menembakkan roket ke arah Israel dari Jalur Gaza. Akhirnya, dimulailah perang yang ditandai dengan tanggal 27 Desember 1998, Israel melakukan serangan udara yang diikuti serangan darat ke arah Jalur Gaza dengan dalih memusnahkan HAMAS. Perang terjadi sampai dengan 19 Januari 2008 dan menewaskan 1200 lebih warga Palestina dan belasan tentara Israel.  Sayangnya, dari kebanyakan warga yang tewas bukanlah dari kalangan militer. Bahkan, sekitar 600 orang merupakan anak-anak dan perempuan.

Pada saat tulisan ini dibuat (21 Januari 2009), Israel telah menarik mundur pasukannya dari Jalur Gaza. Keadaan Jalur Gaza saat ini bagaikan kota yang luluh lantah. Bangunan hancur dan masyarakat yang mengalami luka baik fisik maupun mental yang traumatis akibat perang. Rumah sakit penuh oleh orang yang terluka dan masyarakat yang hidup di sana kekurangan bahan makanan dan obat-obatan. Meskipun bantuan telah masuk, namun diperkirakan Jalur Gaza tidak akan pulih dalam waktu dekat. Padahal, deadaan di Palestina masih memungkinkan untuk terjadi perang kembali. Korban-korban lain masih mungkin berjatuhan.

Perempuan Gaza sedang Meratap (www.populisamerica.com)

Perempuan Gaza sedang Meratap (www.populisamerica.com)

Korban Anak-Anak di Gaza (www.monde-magouilles.com)

Korban Anak-Anak di Gaza (www.monde-magouilles.com)

***

Hentikan kekerasan di Gaza dan sekitarnya…

 
125 Comments

Posted by on January 23, 2009 in Uncategorized