RSS

Category Archives: Film

Meracau Tentang Perahu Kertas

Halo! Hari ini secara resmi saya menggenapkan membaca buku Perahu Kertas setelah membaca secara maraton bebebera hari ini. Beberapa minggu yang lalu juga sempat menonton filmnya di bioskop. Jadi niat untuk nulis blog tentang komentar terhadap buku dan filmnya. Tapi karena komentarnya acak, jadi supaya enak saya buat poin-poin aja,ya…

1. Meskipun novel “Perahu Kertas” sudah ada di rak best seller sejak beberapa tahun yang lalu, saya selama ini tidak memiliki niat untuk membacanya. Pengetahuan tentang Dee pun tidak terlalu banyak. Yang saya tahu waktu itu adalah Dee adalah Dewi Lestari, mantan istri Marcell, terkenal dengan Supernova, dan pernah membuat kontroversi tentang novelnya dengan suatu agama tertentu. Munculnya Malinda Dee, terpidana kasus Citibank yang membuat geger setahun yang lalu, juga membuat informasi saya tentang Dee juga jadi bercabang ke arah yang tidak jelas. Pokoknya, kalau mendengar kata Dee jadi ingat suatu scene acara 8-11 Metro TV saat Malinda Dee pertama kali ditangkap. Di acara tersebut, Tomi Tjokro dan Prabu Revolusi tidak sanggup menahan tawa saat membacakan beritanya sampai-sampai diambil alih Marissa (tau lah, ya, alasannya…).

Poster Perahu Kertas

Perahu Kertas (Sumber: wikipedia)

2. Ketika rilis filmnya, saya tidak tertarik untuk menonton filmnya. Tapi pembicaraan di mushola kantor dengan salah satu direktur membuat saya jadi berniat untuk menonton film tersebut. Direktur tersebut menyebut film itu bagus dari segi penokohan dan cerita. Saya mulai tertarik karena setahu saya film tersebut untuk generasi muda. Sangat jarang sebuah film dengan tema cinta generasi muda disukai oleh orang yang berbeda generasi (saya ga bilang tua,ya, Pak Lulu. Cuma beda generasi. Hehe). Setahu saya cuma biskuit Roma yang dari generasi ke generasi *bukan blog berbayar*.

3. Yang menarik dari film pertama adalah penokohan seorang Kugy. Kugy menjelma sebagai sosok yang unik dan menarik. Bagi saya, alur filmnya berbeda dari umumnya karena di film tersebut Kugy tampak menjadi orang yang mencintai beberapa orang sekaligus. Sangat jarang di suatu film seorang wanita diceritakan jatuh cinta kepada beberapa orang di suatu waktu yang sama. Sosok Kugy yang terpaksa kabur dari Noni dan Keenan juga jadi alur yang menarik. Dan yang paling membuat gemas adalah ketika kita harus menerima kenyataan kalau film selesai dan berlanjut ke part II.

4. Satu orang yang cukup mencuri perhatian di film tersebut adalah Maudy Ayunda yang berperan sebagai Kugy. Di awal film, saya sedikit anti dengan orang ini karena di suatu wawancara berita orang ini berbicara tidak natural dan kebule-bulean (seperti Cinta Laura). Tapi, image ini menghilang setelah 30 menit menonton film ini. Maudy berhasil memunculkan karakter unik dan menyihir penonton. Sempat kaget juga ketika tahu ternyata dia juga berperan di film Sang Pemimpi serta Rumah Tanpa Jendela dan saya tidak mengingatnya. Beberapa hari yang lalu, berkat @poedja_p, @obiisme, dan @r_prana_a ketidaksukaan saya terhadap wawancara Maudy Ayunda itu menghilang ketika tahu kalau dia sekolah di British International School.

Maudy Ayunda

Maudy Ayunda (Sumber: pikiran rakyat online)

5. Film kedua rilis hanya beberapa bulan setelah film pertama rilis. Agak kaget juga karena awalnya saya pikir film ini akan seperti Harry Potter 7 yang jarak antara Part I dan Part II sekitar 1 tahun. Gosipnya, sebenarnya filmnya sudah jadi sejak part I diputar. Tapi karena kepanjangan dan tidak mau dipotong, jadi dijadikan 2 bagian. Saya sendiri menonton film ini saat hari pertama rilis di Blitzmegaplex PVJ. Membeli tiket 2 jam sebelum diputar ternyata bukan jaminan dapat tempat duduk di tengah. Saya harus duduk agak ke pinggir karena ternyata pada saat itu satu teater Blitzmegaplex PVJ penuh. Menonton film kedua ini benar-benar membuat saya terbawa alur film. Di film ini terkadang kita terbawa emosi untuk sebal terhadap keadaan serta sikap Kugy, Keenan, Luhde, dan Remi.

6. Saya tidak suka ending dari cerita Perahu Kertas ini. Lebih prefer tokoh A-tokoh D dan tokoh B-tokoh C.

7. Reza Rahadian ini super sekali. Bintangnya film Indonesia saat ini.

8. Atas saran @poedja_p, @obiisme, dan @r_prana_a, saya memutuskan untuk membeli buku perahu kertas karena mereka bilang cukup worth it untuk membaca buku meskipun telah menonton filmnya. Benar saja, di buku cukup detail diceritakan tentang ketidakcocokan antara Kugy dan Ojos. Selain itu, tokoh Keenan menjadi sangat hidup dan memang terasa sebagai tokoh utama. Tidak seperti di film yang serasa menjadi pemeran pendamping pemeran utama. Beberapa hal di film menjadi logis dan beralasan setelah membaca buku ini. Film pun membantu penokohan tokoh-tokohnya saat membaca novel. Mirip dengan kondisi saat menonton dan membaca Hunger Games. Saya sendiri merasa beruntung menonton film dulu sebelum membaca bukunya karena jadi merasa efek film dan bukunya sama-sama “Wow” (sambil koprol).

9. Dua bagian yang saya kutip dari buku ini karena menarik: ungkapan “Hari giniii… janur kuning udah ga ngaruh! Sebelum BENDERA KUNING berdiri, kompetisi tetap terbuka” dan “Pernah nggak kamu kepikir, saking merasa bersalahnya Kugy sama kamu, dia jadi kayak kijang itu. Dia malah nggak bisa ngapa-ngapain. Dia jadi kaku, diam, dan menutup diri, bukan karena dia yang kepingin . Tapi itu refleks yang nggak bisa dia lawan, saking merasa salah sama kamu. Dia jadi takut ngedeketin kamu.”

10. Ternyata Dee sangat berbakat,ya.. Selain penulis dan pencipta lagu, dia juga ternyata penyanyi yang sudah ngetop sejak dulu. Dulu ada grup vokal terkenal yang namanya Rida-Sita-Dewi (RSD). Itu Dewi yang sama,loh… Pantes pas nyanyi di video saat launching buku Perahu Kertas suaranya bagus.

Overall, saya suka buku dan filmnya. Buat yang suka cerita cinta dan romantis, buku dan film ini bisa menjadi pilihan yang menarik.

Dulu, saya iri kepada Thailand yang sanggup membuat film percintaan yang bagus seperti Crazy Little Thing Called Love, Suck Seed, dan ATM. Saya selalu bertanya-tanya kapan Indonesia bisa membuat film dengan cerita sebagus film-film tersebut. Sejak menonton film Perahu Kertas, pertanyaan saya terjawab. Sekarang, film Indonesia saya anggap sudah bisa menyaingi film-film Thailand. Terima kasih Tong Fang!

 
1 Comment

Posted by on October 27, 2012 in Buku, Film

 

Tags: ,

Balada 3 Film

Akhir-akhir ini film-film yang muncul di bioskop seru-seru. Pekan kemarin saya saya sampai 3x menonton ke bioskop (sambil mengelus-elus dompet). Karena film-filmnya cukup seru, saya tuliskan reviewnya di blog ini.

1. The Raid

The Raid

The Raid (sumber: http://www.imdb.com)

The Raid adalah film yang telah terdengar gaungnya sejak beberapa bulan yang lalu karena merupakan film Indonesia yang telah memenangkan beberapa festival film di luar negeri sebelum akhirnya tayang di Indonesia. Sebenarnya filmnya telah dirilis hari Jum’at (23/3), tapi karena sejak Jum’at sampai dengan Minggu saya sedang berlibur di Ujung Genteng, saya baru sempat menontonnya hari Senin (26/3).

Senin pagi, ketika iseng-iseng membuka aplikasi handphone BlitzMegaplex, saya kaget karena lebih dari setengah kursi telah terisi untuk jadwal penayangan malam. Saya akhirnya langsung pesan saat itu juga dengan BlitzCard yang saya punya. Untungnya saya pesan pagi itu, karena ketika saya mengambil tiket dari Blitz Ticket Machine, orang di sebelah saya bertanya ke satpam: “Mas, ini merah artinya kosong? Kursinya merah semua soalnya.” Artinya, tidak ada satu kursi pun yang tersisa untuk penayangan saat itu (saya hanya pernah mengalami nonton di studio yang penuh saat film 2012 dan My Name Is Khan).

Film The Raid bercerita tentang segerombolan tim SWAT yang menggerebek satu gedung yang penuh oleh penjahat. Terjadilan peperangan di sana. Dari beberapa gosip dan review yang telah saya baca sebelumnya, film ini adalah film yang keras. Film ini juga masuk ke kategori film Dewasa di bioskop. Dan benar saja, film ini penuh dengan tembakan, pertarungan silat, dan pembunuhan sehingga darah adalah hal yang sering kita lihat. Selain itu kata-kata “binatang” sering muncul di film ini. Melihat film ini saya jadi ingat film Ninja Assassin yang diperankan oleh Rain.

Dari segi cerita, sebenarnya film ini biasa saja, atau malah bisa dibilang aneh. Namun, film ini sangat bagus dalam menampilkan koreografi pertarungan. Kita seolah-olah melihat adegan pertandingan silat dicampur Smack Down tanpa arena. Kematian dalam pertarungan bisa terlihat secara kejam. Tampaknya memang film ini difokuskan pada koreografinya dibanding pada ceritanya. Salut untuk penata koreonya. Banyak yang bilang film ini merupakan film action terbaik yang pernah mereka lihat.

Selain dari segi cerita, kritik buat film ini adalah tentang latar tempat. Rasanya aneh ada gedung di tengah kota yang dikuasai penjahat. Selain itu, terjadi tembak-tembakan tetapi tidak ada orang yang penasaran. Di beberapa adegan, terlihat di sekitar gedung mobil-mobil berseliweran dengan santainya.

Pastikan anda tidak membawa anak kecil menonton The Raid kalau anak anda tidak mau dengan mudahnya memalu orang. He3.

2. Eva

Eva

Eva (sumber: http://www.imdb.com)

Film kedua yang saya nonton pekan lalu adalah Eva. Eva adalah film produksi Spanyol. Bercerita tentang suatu masa dimana orang-orang sudah bisa menciptakan robot yang memiliki kecerdasan manusia. Mungkin karena film ini ditayangkan berbarengan dengan The Raid dan The Hunger Games, film ini menjadi sepi penonton. Saya menonton hari Jum’at malam (30/3) di Blitz dengan hanya ada 9 penonton. Rasanya sayang kalau film ini hanya sedikit yang menonton.

Film ini berlatar tentang suatu daerah tempat orang-orang belajar dan menciptakan robot. Di salah satu adegan awal, diperlihatkan para mahasiswa yang sedang berlatih mengendalikan robot kuda. Tokoh utama di film ini diminta untuk membuat sebuah robot anak kecil yang bisa menyerupai sifat anak kecil. Untuk itu, dia mencari-cari anak kecil yang kira-kira cocok untuk menjadi model robot tersebut.

Saya tidak akan terlalu banyak membahas cerita film tersebut karena bagusnya film ini ada di jalan ceritanya. Saya salah menebak alur sampai tiga kali untuk film ini. Dan film ini diakhiri dengan ending yang mengejutkan.

Apa yang kamu lihat ketika kamu menutup mata?

3. The Hunger Games

The Hunger Games

The Hunger Games (sumber: http://www.imdb.com)

Ini dia film yang sekarang ada di puncak box office. Film ini diangkat dari buku dengan judul yang sama. Dari yang saya dapat dari wikipedia, buku ini merupakan trilogi yang semua bukunya sekarang telah terbit.

The Hunger Games bercerita tentang suatu negara masa depan yang terdiri dari beberapa distrik. Tiap distrik saling berperang hingga suatu saat terciptalah keadaan damai. Untuk mengenang peperangan tersebut, diciptakanlah Hunger Games. Hunger Games adalah pertarungan sampai mati 24 tribute dari 12 distrik di sebuah daerah pertarungan hingga 1 orang tersisa. Merasa mirip sesuatu? Ya, ceritanya mirip dengan ujian Chunnin di komik Naruto. Entah siapa yang duluan.

Tokoh utama film ini adalah seorang perempuan bernama Katniss. Dia adalah seorang tribute dari distrik 12 yang menjadi sukarelawan menggantikan adiknya yang terpilih melalui undian. Bagaimana Katniss bisa bertahan dalam pertarungan? Silahkan tonton sendiri.

Meskipun film ini merupakan adaptasi dari buku, saya sebagai orang yang belum pernah membaca bukunya merasa film ini dengan baik menceritakan alur ceritanya. Biasanya untuk film yang mengadopsi cerita buku, kadang-kadang ada hal-hal yang harus dibaca dari buku agar kita mengerti jalan ceritanya.

Oh,ya.. 1 lagi. Tokoh utama wanita di film ini sangat cantik. Jennifer Lawrence memerankan Katniss di film ini. Sekilas mirip Jadi betah menonton film ini meskipun durasi film mencapai 135 menit.

Setelah menonton film ini, saya jadi ingin membeli bukunya. Melihat gambar dari 9GAG di bawah ini, harusnya bukunya tak kalah bagus dari filmnya.

Ilustrasi The Hunger Games di 9GAG

Ilustrasi The Hunger Games di 9GAG (kalau tidak salah gambarnya diambil dari scene saat Patrick ingin memindahkan kota agar tidak diganggu cacing besar Alaska)

Semoga setelah dielus-elus uang di dalam dompet bertambah. Atau paling tidak, semoga setelah dielus-elus keluar jin yang bisa mengabulkan tiga permintaan.

 
1 Comment

Posted by on April 2, 2012 in Film