RSS

Balada 3 Film

02 Apr

Akhir-akhir ini film-film yang muncul di bioskop seru-seru. Pekan kemarin saya saya sampai 3x menonton ke bioskop (sambil mengelus-elus dompet). Karena film-filmnya cukup seru, saya tuliskan reviewnya di blog ini.

1. The Raid

The Raid

The Raid (sumber: http://www.imdb.com)

The Raid adalah film yang telah terdengar gaungnya sejak beberapa bulan yang lalu karena merupakan film Indonesia yang telah memenangkan beberapa festival film di luar negeri sebelum akhirnya tayang di Indonesia. Sebenarnya filmnya telah dirilis hari Jum’at (23/3), tapi karena sejak Jum’at sampai dengan Minggu saya sedang berlibur di Ujung Genteng, saya baru sempat menontonnya hari Senin (26/3).

Senin pagi, ketika iseng-iseng membuka aplikasi handphone BlitzMegaplex, saya kaget karena lebih dari setengah kursi telah terisi untuk jadwal penayangan malam. Saya akhirnya langsung pesan saat itu juga dengan BlitzCard yang saya punya. Untungnya saya pesan pagi itu, karena ketika saya mengambil tiket dari Blitz Ticket Machine, orang di sebelah saya bertanya ke satpam: “Mas, ini merah artinya kosong? Kursinya merah semua soalnya.” Artinya, tidak ada satu kursi pun yang tersisa untuk penayangan saat itu (saya hanya pernah mengalami nonton di studio yang penuh saat film 2012 dan My Name Is Khan).

Film The Raid bercerita tentang segerombolan tim SWAT yang menggerebek satu gedung yang penuh oleh penjahat. Terjadilan peperangan di sana. Dari beberapa gosip dan review yang telah saya baca sebelumnya, film ini adalah film yang keras. Film ini juga masuk ke kategori film Dewasa di bioskop. Dan benar saja, film ini penuh dengan tembakan, pertarungan silat, dan pembunuhan sehingga darah adalah hal yang sering kita lihat. Selain itu kata-kata “binatang” sering muncul di film ini. Melihat film ini saya jadi ingat film Ninja Assassin yang diperankan oleh Rain.

Dari segi cerita, sebenarnya film ini biasa saja, atau malah bisa dibilang aneh. Namun, film ini sangat bagus dalam menampilkan koreografi pertarungan. Kita seolah-olah melihat adegan pertandingan silat dicampur Smack Down tanpa arena. Kematian dalam pertarungan bisa terlihat secara kejam. Tampaknya memang film ini difokuskan pada koreografinya dibanding pada ceritanya. Salut untuk penata koreonya. Banyak yang bilang film ini merupakan film action terbaik yang pernah mereka lihat.

Selain dari segi cerita, kritik buat film ini adalah tentang latar tempat. Rasanya aneh ada gedung di tengah kota yang dikuasai penjahat. Selain itu, terjadi tembak-tembakan tetapi tidak ada orang yang penasaran. Di beberapa adegan, terlihat di sekitar gedung mobil-mobil berseliweran dengan santainya.

Pastikan anda tidak membawa anak kecil menonton The Raid kalau anak anda tidak mau dengan mudahnya memalu orang. He3.

2. Eva

Eva

Eva (sumber: http://www.imdb.com)

Film kedua yang saya nonton pekan lalu adalah Eva. Eva adalah film produksi Spanyol. Bercerita tentang suatu masa dimana orang-orang sudah bisa menciptakan robot yang memiliki kecerdasan manusia. Mungkin karena film ini ditayangkan berbarengan dengan The Raid dan The Hunger Games, film ini menjadi sepi penonton. Saya menonton hari Jum’at malam (30/3) di Blitz dengan hanya ada 9 penonton. Rasanya sayang kalau film ini hanya sedikit yang menonton.

Film ini berlatar tentang suatu daerah tempat orang-orang belajar dan menciptakan robot. Di salah satu adegan awal, diperlihatkan para mahasiswa yang sedang berlatih mengendalikan robot kuda. Tokoh utama di film ini diminta untuk membuat sebuah robot anak kecil yang bisa menyerupai sifat anak kecil. Untuk itu, dia mencari-cari anak kecil yang kira-kira cocok untuk menjadi model robot tersebut.

Saya tidak akan terlalu banyak membahas cerita film tersebut karena bagusnya film ini ada di jalan ceritanya. Saya salah menebak alur sampai tiga kali untuk film ini. Dan film ini diakhiri dengan ending yang mengejutkan.

Apa yang kamu lihat ketika kamu menutup mata?

3. The Hunger Games

The Hunger Games

The Hunger Games (sumber: http://www.imdb.com)

Ini dia film yang sekarang ada di puncak box office. Film ini diangkat dari buku dengan judul yang sama. Dari yang saya dapat dari wikipedia, buku ini merupakan trilogi yang semua bukunya sekarang telah terbit.

The Hunger Games bercerita tentang suatu negara masa depan yang terdiri dari beberapa distrik. Tiap distrik saling berperang hingga suatu saat terciptalah keadaan damai. Untuk mengenang peperangan tersebut, diciptakanlah Hunger Games. Hunger Games adalah pertarungan sampai mati 24 tribute dari 12 distrik di sebuah daerah pertarungan hingga 1 orang tersisa. Merasa mirip sesuatu? Ya, ceritanya mirip dengan ujian Chunnin di komik Naruto. Entah siapa yang duluan.

Tokoh utama film ini adalah seorang perempuan bernama Katniss. Dia adalah seorang tribute dari distrik 12 yang menjadi sukarelawan menggantikan adiknya yang terpilih melalui undian. Bagaimana Katniss bisa bertahan dalam pertarungan? Silahkan tonton sendiri.

Meskipun film ini merupakan adaptasi dari buku, saya sebagai orang yang belum pernah membaca bukunya merasa film ini dengan baik menceritakan alur ceritanya. Biasanya untuk film yang mengadopsi cerita buku, kadang-kadang ada hal-hal yang harus dibaca dari buku agar kita mengerti jalan ceritanya.

Oh,ya.. 1 lagi. Tokoh utama wanita di film ini sangat cantik. Jennifer Lawrence memerankan Katniss di film ini. Sekilas mirip Jadi betah menonton film ini meskipun durasi film mencapai 135 menit.

Setelah menonton film ini, saya jadi ingin membeli bukunya. Melihat gambar dari 9GAG di bawah ini, harusnya bukunya tak kalah bagus dari filmnya.

Ilustrasi The Hunger Games di 9GAG

Ilustrasi The Hunger Games di 9GAG (kalau tidak salah gambarnya diambil dari scene saat Patrick ingin memindahkan kota agar tidak diganggu cacing besar Alaska)

Semoga setelah dielus-elus uang di dalam dompet bertambah. Atau paling tidak, semoga setelah dielus-elus keluar jin yang bisa mengabulkan tiga permintaan.

 
1 Comment

Posted by on April 2, 2012 in Film

 

One response to “Balada 3 Film

  1. bhellabhello

    April 18, 2012 at 5:24 pm

    bener, Kak. Harus baca novelnya The Hunger Games. aku baca novelnya dulu bru nonton filmnya. efek thrilling di film jd ga kerasa hahahaha. & as always, film yg adaptasi dr buku itu biasanya ga bisa memuaskan pembaca buku

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: