RSS

Emak Ingin Naik Haji

26 Nov

emak

“Sekarang uang emak ada lima juta, sudah nabung lima tahun. Kalau sekarang naik haji, ongkosnya tiga puluh juta, berapa tahun lagi ya, Zein?” Emak sedang memikirkan kemungkinannya naik haji. Umurnya 61 tahun. Untuk beribadah haji tahun ini, butuh $3.000 atau setara dengan Rp. 30 juta.

“Kalau lima tahun bisa menabung Rp 5 juta, berarti butuh sekitar 25 tahun lagi agar uang Emak cukup. Jadi naik hajinya umur 86 tahun ya, Zein, mudah-mudahan masih ada umur, ya,” ucap Emak. Zein, anak bungsunya, hanya termangu diam.

Beberapa minggu yang lalu, film “2012” resmi diputar di bioskop-bioskop Indonesia. Berita di televisi dan koran hingga infotainment di televisi tidak luput membahas hal ini. Film ini disebut-sebut sebagai film yang kontroversial, karena menggambarkan terjadinya sebuah bencana di tahun 2012. Tidak akan panjang-panjang membahas film tersebut, karena bukan film tersebut yang akan saya angkat di tulisan ini.
Sekitar 2 minggu yang lalu, tanggal 14 kalau tidak salah, saya berniat menonton film “2012”. Sayangnya, tiket sudah sold out sejak siang hari. Sempat berpikir untuk tidak jadi menonton, saya ingat di koran tadi saya membaca poster film ini. Di posternya ditulis komentar seseorang “Saya menangis 7x ketika menonton film ini”. Asyik, tampaknya film ini menarik. Saya pun menonton film tersebut.
Di teater hanya ada 8-10 orang yang menonton (kontras jika dibanding 2 teater sebelah yang sudah penuh sejak siang hari). Sempat menebak bahwa film ini membosankan, ternyata tebakan saya salah.

Film ini luar biasa.


Mengapa saya bilang luar biasa?

Film garapan Aditya Gumai yang diangkat dari cerpen Asma Nadia ini benar-benar menyentuh hati. Film ini bercerita tentang cita-cita seorang perempuan, kita sebut emak, yang sudah tua yang ingin naik haji. Penghasilan yang pas-pasan, ditambah kebutuhan keluarga membuat perempuan tersebut menganggap impiannya hanya cita-cita. Sang anak yang seorang pelukis berjanji kepada emaknya untuk memberangkatkannya naik haji. Namun, penghasilan sebagai pelukis pun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan anaknya yang sakit.
Di sisi lain, terdapat keluarga kaya yang akan naik haji untuk kesekian kalinya dan ada seorang tokoh politik yang ingin naik haji karena ingin mendapatkan gelar agar dalam pemilihan walikota dia menang. Benar-benar berhasil mengambil kontras antara “si kaya” dan “si miskin”. Kembali ke emak, sang anak berusaha untuk mewujudkan keinginan ibunya tersebut. Dari sempat berpikir untuk mencuri, mengikuti undian dan lain-lain.
Yang menarik dari film ini adalah film ini berhasil membawa penontonnya ke perasaan cinta antara ibu dan anak, perasaan ingin naik haji, dan lain-lain.

Meskipun tidak sebanyak di poster, saya menangis sekitar 5x di film ini. Benar-benar mengharukan.

Lucunya, cerita berakhir saat emosi memuncak. Jadi, jangan kaget ketika cerita berakhir, anda sedang menangis tersedu-sedu. Pengalaman kemarin ketika sedang menangis, tiba-tiba film berakhir dan lampu menyala. 8-10 orang yang menonton, termasuk saya, buru-buru mengelap mata agar tidak terlihat nangis. Haha..
Menurut berita yang saya baca, film ini dibuat dalam rangka Idul Adha tahun ini. Film ini berhasil menjadi alternatif yang baik di tengah film “2012” yang sedang digandrungi. Semoga semakin banyak film yang membawa esensi serperti film tersebut.
Film ini saya rekomendasikan untuk ditonton. Two thumbs up.

 
4 Comments

Posted by on November 26, 2009 in Pengalaman Pribadi

 

4 responses to “Emak Ingin Naik Haji

  1. Indra Mukmin

    November 28, 2009 at 12:42 am

    Jadi pengen nonton. Tapi bikin nangis terus ya? Hiks… vanug jahat nih nggak ngajak2

     
  2. puja.pramudya

    November 28, 2009 at 7:34 pm

    van,penasaran…lo nontonnya ama sapa ?

     
  3. Zeples

    September 17, 2013 at 8:59 am

    Bagian paling menharukan dr film ini adlah ketika emak berkata ”nak walopun raga ini tak pernah ada disana (mekah), tp emak yakin Allah tau hati ini slalu brda disana”

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: