RSS

Kaderisasi di ITB

18 Mar

Kaderisasi adalah suatu proses untuk menciptakan kader-kader baru yang siap menjalankan organisasinya. Proses kaderisasi bertujuan agar anggota baru memahami visi dan misi organisasi, sehingga setelah masuk ke dalam oganisasi tersebut maka keberlangsungan organisasi dapat tetap terjamin. Kaderisasi setiap organisai berbeda tergantung dari kebutuhan masing-masing organisasi, sebagai contoh adalah kaderisasi unit kegiatan musik berbeda dengan kederisasi unit olahraga.

Posisi Kaderisasi di ITB

ITB sebagai salah satu institusi pendidikan di Indonesia merupakan tempat pembelajaran yang ideal bagi calon-calon pemimpin bangsa. Putra-putri dari seluruh penjuru nusantara berkumpul di ITB untuk bersama-sama menimba ilmu sehingga kelak akan berkontribusi bagi pembangunan dan kemajuan Indonesia.

Dalam konsepsi KM ITB, bahwa tugas perguran tinggi adalah untuk membentuk insan akademis. Yang dimaksud insan akademis adalah insan yang senantiasa untuk mengembangkan diri sehingga tanggap dan mampu menghadapi tantangan masa depan sekaligus dapat menkritisi kondisi masyarakat di masa kini dan selalu berupaya membentuk tatanan masyarakat masa depan yang ideal dengan landasan kebenaran ilmiah. Yang dimaksud dengan tatanan masyarakat masa depan ideal disini adalah masyarakat madani yaitu masyarakat yang memiliki nilai parsitipatif, aspriratif, mandiri, nonhegemonik, dan beretika.

Sebagai sebuah institusi pendidikan, sistem pembinaan kemahasiswaan di ITB dilakukan secara menyeluruh, baik dari aspek hardskill maupun softskill. Hardskill didapatkan dari bangku perkuliahan dan juga praktikum yang disediakan oleh bagian akademik ITB sedangkan softskill diperoleh dari aktivitas di organisasi-organisasi kemahasiswaan. ITB sangat memfasilitasi kegiatan kemahasiswaan, hal tersebut dapat terlihat dari banyaknya organisasi-organisasi kemahasiswaan baik unit kegiatan mahasiswa (UKM) ataupun himpunan mahasiswa jurusan (HMJ). Setiap organisasi berusaha untuk membina anggotanya agar kelak siap untuk memimpin dan bekontibusi bagi Indonesia.

Organisasi-organisasi kemahasiswaan intra kampus, adalah organisasi yang mengalir, hanya diperuntukkan bagi mahasiswa yang masih aktif berkuliah, sedangkan mahasiswa yang telah lulus dan menjadi alumni tidak lagi behak untuk menjadi anggota organisasi intra kampus. Karena hal tersebut maka dibutuhkan kaderisasi agar organisasi dapat terus berlangsung.

Perizinan Kaderisasi di ITB

Senat akademik sebagai salah satu struktur lembaga ITB, telah menyusun kebijakan pembinaan kemahasiswaan yang mengatur kegiatan kemahasiswaan ITB. Menurut poin 6.2 pada kebijakan organisasi kemahasiswaan, ruang lingkup organisasi kemahasiswaan ITB dapat berupa kegiatan pengembangan diri atau pendidikan karakter, pelatihan berorganisasi dan kepemimpinan, peningkatan kreativitas dan penalaran, dst. Kegiatan yang terdefinisi sebagai kegiatan kaderisasi adalah kegiatan-kegiatan yang mencakup pembentukan karakter, pengembangan diri, maupun kepemimpinan. Dengan demikian, kegiatan kaderisasi yang dilaksanakan oleh KM ITB merupakan kegiatan yang termasuk dalam ruang lingkup organisasi kemahasiswaan.

Namun, mengacu pada Keputusan Rektor ITB nomor 082 pasal 2 ayat 6 tentang menyelenggarakan orientasi studi dan sejenisnya pada tingkat institut, fakultas, dan prodi yang merupakan salah satu kegiatan yang dilarang yang melanggar etika akademik ITB dan hak asasi manusia. Orientasi studi yang terdapat dalam keputusan tersebut masih membutuhkan penjelasan yang lebih lanjut tentang batasan-batasan teknis yang bisa membuat suatu kegiatan terdefiniskan sebagai orientasi studi, hal ini diperlukan untuk keberjalanan kegiatan-kegiatan kemahasiswaan kedepannya. Di level fakultas sendiri, peraturan ini didefinisikan berbeda-beda sesuai dengan fakultas dan prodi masing-masing.

Maka saat ini disusunlah draft koridor kaderisasi sebagai aturan bersama yang disepakati oleh elemen KM ITB yang akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan kegiatan kaderisasi dan untuk menyamakan persepsi tentang kegiatan kaderisasi antara pihak ITB dengan organisasi kemahasiswaan.

Isu IMG

Saat ini, sedang ramai isu tentang tragedi yang menimpa saudara kita Dwiyanto Wisnugroho. Dwiyanto Wisnugroho, yang akrab dipanggil Wisnu merupakan salah satu peserta rangkaian proses pembinaan anggota baru IMG yang akan ditutup dengan acara akhir di Lembang, Minggu (8/2/2009).

Ramainya isu ini membuat banyak opini tentang kaderisasi. Wacana orang-orang rata-rata mengecam kaderisasi di ITB. Kaderisasi di ITB di katakan penuh dengan perploncoan dan jauh dari hak asasi manusia. Padahal, paradigma tersebut adalah salah.

Dahulu, orang mengenal kaderisasi sebagai orientasi studi pengenalan kampus atau dikenal ospek. Di ITB, ospek sudah mengalami transformasi nama dan esensi menjadi OS atau orientasi studi dan sekarang menjadi kaderisasi. Nama dan konotasi kaderisasi lebih ringan diterima oleh masyarakat dan sebagai bentuk komitmen mahasiswa untuk mengubah citra OS di masa lalu. Ospek ITB dapat dibagi menjadi dua, ospek kampus dan OS jurusan atau program studi.

Proses kaderisasi akan mengikuti perkembangan zaman, kaderisasi saat ini berbeda dengan kaderisasi pada era 66. Pada masa itu, dibutuhkan mahasiswa-mahasiswa yang berani melawan tirani sehingga bentuk kaderisasi yang diberikan lebih banyak berisi pelatihan fisik dan mental, sedangkan pada era reformasi saat ini, tipe kader yang dibutuhkan adalah kader yang kritis dan berwawasan luas sehingga bentuk kaderisasinya harus sesuai dengan tujuan tersebut.

Organisasi-organisasi di ITB menyadari akan perubahan tersebut, oleh karena itu maka sistem kaderisasi pun telah berkembang mengikuti perkembangan zaman. Saat ini kaderisasi di ITB lebih banyak dilakukan dengan cara diskusi dan simulasi. Diskusi bertujuan untuk menciptakan mahasiswa-mahasiswa yang kritis, berfikir ilmiah dan berani mempertanggung jawabkan pernyataanya, sedangkan simulasi-simulasi bertujuan untuk meningkatkan kerjasama antara sesama anggota.

Kenyataan saat ini, transformasi yang dilakukan benar-benar mengedepankan komitmen untuk menjadi mahasiswa seutuhnya yang memiliki kesiapan mental dan intelektual. Apabila terjadi sesuatu seperti saat kasus IMG ada kemungkinan akibat human error atau akibat ulah oknum tertentu. Tidak dapat dimungkiri ada oknum yang memanfaatkan ospek sebagai ajang senang-senang semata tanpa tujuan, itu yang dulu dikenal dengan perpeloncoan. Akan tetapi, saat ini perpeloncoan telah dihapuskan dengan mengembalikan kepada tujuan kegiatan ospek itu sendiri.

Referensi:

[1] Meluruskan Paradigma tentang Ospek, Bobby Rahman, dimuat di Pikiran Rakyat

[2] Kaderisasi bukan Perpeloncoan, Depertemen Advokasi dan Pelayanan, dimuat di http://www.km.itb.ac.id

 
4 Comments

Posted by on March 18, 2009 in Uncategorized

 

4 responses to “Kaderisasi di ITB

  1. petra

    March 18, 2009 at 9:11 am

    kalo di unit gw sendiri (mantan ketua UKM),
    proses kaderisasi itu tujuannya buat mendekatkan junior dan senior, dan melatih kerjasama antara semua anggota…

    meski kadang suka ditunggangi sama keinginan buat iseng (bukan balas dendan), jadinya kadang-kadang buat ngerjain junior… (masi dalam batas wajar kok)

     
  2. dwinanto

    March 19, 2009 at 3:25 am

    Wow kk Wow,.
    Selain ganti layout, ada tulisan dengan tema rada mantap nih,.
    Informasi dari kk Petra juga mantap nih,.😀

     
  3. ARief RH

    January 7, 2010 at 8:05 am

    ada link yang referensi nomor 1 itu gak??
    minta linknya donk kk😀
    (pengen disebarin ke bocah2 di SMA saya)

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: