RSS

Kuliah Bersama K’ Narendra

01 May

Rabu,30 April 2008, kuliah STIMIK (Strategi Algoritmik) tidak seperti biasanya. Saat itu datang bintang tamu, Narendra Wicaksono, kahim HMIF tahun 2005-2006. Dia udah terkenal banget di HMIF. Dia tuh kahim yang berhasil juara Imagine Cup Indonesia, juara I lomba LCEN, dll. Pokoknya dia berprestasi bgt.

Malam sebelumnya, saya sempat googling tentang dia di internet. Lalu saya masuk ke salah satu web blognya. Wah, gila banget orangnya. Meskipun malamnya begadang dan dini harinya harus nonton MU vs Barcelona, saya udah niatin kalau besok harus datang pagi dan nggak duduk di belakang. I don’t want to miss that.

Dan akhirnya sesi itu pun dimulai. Kak Naren bercerita tentang dirinya, gimana dia pertama kali masuk ke ITB, ikut kaderisasi, jadi kadiv keprofesian, jadi Microsoft Student Ambasador, jadi kahim, menang juara di berbagai lomba, dan begitu lulus ia ditawari kerja di microsoft sehingga sekarang ia menjadi IT Pro Advisor di Microsoft. Satu hal yang saya kagum dari dia adalah dia berhasil menyeimbangkan antara kemampuan bergaul, keprofesian, dan keakademisannya. Menjadi kahim dan memenangkan berbagai lomba bukan hal yang mudah.

Satu hal lagi yang saya kagum kepada beliau, adalah ketika dia berkata bahwa dia bekerja karena passion bukan karena uang. Hal itu terbukti ketika dia rela seminggu tinggal di barak dan beberapa hari tidak tidur dengan tidak dibayar hanya untuk membantu tentara  Indonesia agar mereka tidak ketinggalan dalam bidang IT. Ia bercerita bahwa tentara Indonesia masih menggunakan provider email dan chatting gratis untuk melakukan komunikasinya. Padahal, informasi yang dikirimkan adalah informasi rahasia yang seharusnya tidak menggunakan provider umum.

Saya berulang kali bilang ke kedua teman yang duduk di samping saya, Tommy dan Budi, “Orang ini serem bgt! Kok ada orang kayak dia,ya?”. Dan tampaknya hampir seluruh orang yang ada di kelas itu berpendapat demikian.

Yang saya sadari dari kuliah itu adalah mungkin saya tidak bisa seperti dia. Dan tidak mungkin sama seperti dia. Jadi saya tidak setuju ketika Pak Rinaldi , dosen Strategi Algoritmik, berkata “Semoga dari kelas ini muncul Naren-naren selanjutnya.”. Saya sih berpikir bahwa seseorang itu berbeda dengan orang lainnya dan memiliki jalan yang berbeda. Mungkin seharusnya Pak Rin bilang, “Semoga orang-orang di sini tidak kalah dari Naren, dan melakukan sesuatu sesuai kelebihannya masing-masing.”.🙂

 
7 Comments

Posted by on May 1, 2008 in Kuliah

 

7 responses to “Kuliah Bersama K’ Narendra

  1. cio-coi-ico-ioc-oic

    May 2, 2008 at 9:49 am

    masalah diksi lagi, van. setuju: ga kalah,,

    tapi oci ga serem sih ma orang kaya gitu
    k naren emang keren dengan karya2nya, tapi kemarin ci aga mempermasalahkan diksi yang dia pilih juga, huhu (jgn bilang2)
    kaya kamu mpermasalahkan diksi pak rin

    so, kelebihanmu apa?

     
  2. restya

    May 2, 2008 at 12:13 pm

    “Semoga orang-orang di sini tidak kalah dari Naren, dan melakukan sesuatu sesuai kelebihannya masing-masing.”

    Ikut alirannya Abah Rama, y? Strength-Based…

     
  3. Ivan Nugraha

    May 2, 2008 at 9:40 pm

    @oci:
    nah, itu yang bingung. Kelebihan saya apa,ya? Akademis biasa2, komunikasi biasa2, keprofesian biasa2. Mungkin wajah coverboy🙂

    @restya:
    Yup, “Asah kelebihan, siasati kelemahan.”

     
  4. credo

    May 4, 2008 at 9:02 pm

    Numpang comment ya🙂

    Klo dibilang ‘tidak kalah dari Naren’ bukannya justru lebih ga pas ya? Soalnya hidup kita bukan untuk dibanding2kan soal siapa yang lebih unggul (kalah-menang).

    Sangat lebih setuju klo dibilang “melakukan sesuatu sesuai kelebihannya masing-masing”. Kurasa Pak Rin juga maksudnya gitu, “Naren2 selanjutnya” adalah orang2 yang berkembang dengan kualitas masing2 (ga mesti persis seperti Narendra)

    hehe, just my 2 cents..

     
  5. ghe2

    May 5, 2008 at 1:26 pm

    ka naren, serem tapi bikin kagum..🙂

    @ivan (yg di komen) : huek…tiap hari dah ngaca kan? hehehe…

     
  6. Ivan Nugraha

    May 6, 2008 at 9:31 am

    @credo:
    Wah ada yang comment dari Belanda. Salam kenal,ya!
    Iya, sih.. Permasalahan pemilihan kata aja. Intinya berkembang aja sesuai kelebihan masing2.

    @ghe2:
    Tiap hari ngaca. Kan nyisir tiap hari (nggak kaya ghe2 :p )

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: