RSS

Salah Sendiri Pakai Kerudung Biru Muda!

24 Mar

"Tiga ekspresi wajah pun bermunculan. Seorang ibu yang menampakkan wajah heran mengapa ada orang bertanya harga kepada dirinya, seorang ibu berwajah tanpa dosa yang menanti sebuah jawaban, dan seorang pria lugu nan tampan yang menampakkan wajah mengharu-biru tampak bahagia."

Hampir semua anak ITB pasti pernah makan di kantin Salman. Selain cukup murah (asal jangan ngambil yang mahal tentunya), kebersihannya juga menempati posisi 3 kantin terbersih se-ITB dalam sebuah survey. Murahnya itu yang saya suka (jelas!). Sering banget makan di sana.

Pada suatu hari (jreng-jreng-jreng)
Waktu itu lagi makan siang. Bosen dengan makanan yang di parasmanan, saya hendak memesan soto. Seperti biasa, kalau makan soto, harus pesan ke karyawannya (mencoba meng-eufimisme kata pelayan) yang ciri-cirinya memakai kerudung biru muda. Nah, petaka terjadi saat itu. Melihat ada gadis berkerudung biru muda (yang berkerudung merah udah dimakan serigala kayanya), saya langsung memesan, “Mbak, soto!”. Sepersekian detik kemudian saya baru sadar kalau dia bukan karyawan kantin itu, sama-sama pembeli. Oo, bingung, ga tau harus ngapain. Dalam hati saya berharap dia ga ngedenger, atau paling nggak dia pura-pura nggak ngedenger supaya saya nggak malu. Tapi ternyata dia ngedenger terus mukanya tampak menahan senyum. Ingin banget bilang maaf tapi dari mulut nggak keluar suara karena malu. Masalah berlanjut ternyata dia malah meneruskan memesan soto pesanan saya ke karyawan kantin. Malu banget! Tapi akhirnya saya memilih untuk mengontrol muka dan bersikap seolah-olah masih nggak tau kalau dia bukan karyawan kantin.

Pas udah duduk, MSSH (STEI) yang bareng saya waktu mesen makanan ngomong, “Parah, tadi tuh teh **** (lupa). Kakak kelas kita pas di SMA.” Saya makin ngerasa bodoh banget.

Selasa (20/03/07) Pukul 11.30 – Kantin Salman

Nggak ada kuliah Pengantar Rangkaian Elektrik (Hore! Hore! Hore!). Bisa makan siang tepat waktu deh. Nah, pas lagi ngambil makanan, ada seorang ibu memakai kerudung biru muda yang jelas bukan karyawan karena sedang mengambil makanan. “Eits, maaf, Bu. Kerbau aja nggak akan masuk ke lubang yang sama dua kali,” ujarku dalam hati karena teringat pengalaman buruk dengan kerudung biru muda. Namun, tiba-tiba ada ibu-ibu kedua yang datang dan bertanya kepada ibu yang pertama, “Mbak, kalau yang ini berapa harganya?”, sambil menunjuk perkedel ikan. Tiga ekspresi wajah pun bermunculan. Seorang ibu yang menampakkan wajah heran mengapa ada orang bertanya harga kepada dirinya, seorang ibu berwajah tanpa dosa yang menanti sebuah jawaban, dan seorang pria lugu nan tampan yang menampakkan wajah mengharu-biru tampak bahagia. Bener banget tebakannya, yang terakhir itu saya. Seneng banget! Seolah-olah saya ingin berteriak, “Tuh, kan, Bukan saya aja yang pernah salah ngenalin karyawan kantin!” Ibu itu aja pasti langsung berpikir bahwa ibu yang pertama adalah karyawan kantin karena memakai kerudung biru muda. Tapi, menurut saya ibu itu nggak salah. Justru ibu pertama yang salah. Salah sendiri pakai kerudung biru muda!

Mungkin dianggap lucu, tapi penting juga kalau Kantin Salman memasang papan di pintu masuk bertuliskan “Pemakai kerudung biru muda dilarang masuk!”

 
Leave a comment

Posted by on March 24, 2007 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: