RSS

Ayo, Rebut Thomas ke Pelukan Kita Kembali!

27 Oct

(Dari Redaksi: Pembaca, inilah kali pertama blog ini menjumpai Idul Fitri. Di usianya yang masih muda, tentu kami terus-menerus mengadakan perbaikan untuk berusaha memberikan yang terbaik bagi pembaca sekalian. Tentu saja, dalam penulisan blog ini kami tak luput dari berbagai kesalahan. Oleh karena itu, dalam kesempatan yang berbahagia ini, kami memohon maaf atas segala kekurangan selama ini. Tak lupa kami mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri bagi para pembaca yang merayakannya. Kami akan terus mengadakan perbaikan untuk memuaskan pembaca semua sesuai motto kami "Pembaca adalah Radja" karena "Aku Ada Karena Kau Ada".)

Dear Blog,

Siang ini udara Bandung terasa panas. Rumput hijau masihlah kerontang di luar sana. Hujan semalam tampaknya tak mampu menyapu kemarau yang menghinggapi kota Paris Van Java ini.

Liburan yang telah berlangsung selama beberapa hari ini telah membuat saya kembali bercengkerama dengan televisi setelah hampir selama sebulan saya sibuk mempersiapkan Ujian Tengah Semester dan kegiatan lainnya. Namun, kegundahan pun melesak ke dalam dada ketika menonton sebuah infotainment. Di sana diceritakan tentang kepindahan Jeremy Thomas ke Malaysia. Hal ini disebabkan oleh ketidakcocokan Jeremy terhadap tren film yang sedang berkembang di Indonesia. Tak ayal, di tengah kekeringan prestasi timnas bulutangkis Indonesia yang tak sanggup merebut kembali Piala Thomas, perginya Jeremy Thomas membuat semakin sedikit nama Thomas di Indonesia. Entah, apakah saya akan memberi nama Thomas kepada anak saya suatu saat nanti.

Memang, rasa geli, aneh, dan khawatir bercampur ketika melirik tayangan televisi yang sedang berkembang di Indonesia saat ini. Tren yang dimasukkan dalam tayangan di layar kaca seolah-olah hanya untuk menaikkan rating oleh stasiun televisi. Kadangkala mereka tak memperhatikan kualitas tayangan yang disiarkan.

Rasa sebal menghinggapi melihat sinetron-sinetron yang berkembang saat ini. Entah pengaruh dari cerita-cerita zaman dulu atau dari kebudayaan bangsa Indonesia sendiri, rasaya setiap film selalu dibubuhi tahayul. Benci rasanya ketika suatu film yang jalan ceritanya bagus tiba-tiba dalam finishing tokoh jahatnya berubah jadi babi, mati dengan bau busuk, atau yang lainnya. Lihatlah Meteor Garden! Meski terdapat kata "Garden" dalam judulnya, film yang sangat populer ini tidak pernah mengubah ibu Tao Ming Tse yang jahat menjadi kodok.

Satu lagi masalah yang mengganjal. Banyak sekali film-film yang bernuansa religius namun memasukkan adegan pemerkosaan dan seks pra-nikah di dalam alurnya. Mungkin ada benarnya bahwa film-film tersebut memberikan aspek pendidikan agar berhati-hati terhadap pemerkosa atau jangan melakukan seks pra-nikah. Tapi mungkin saja feed back yang diterima malahan hal yang negatif. Mungkin saja remaja nanti menganggap seks pra-nikah merupakan hal yang biasa dan semakin tergiur melakukan hal tersebut. Atau bukankah pendidikan itu menjadi riskan ketika yang menontonnya adalah anak-anak kecil karena tayangan tersebut disiarkan pada saat anak-anak masih bangun. Bukankah mereka belum layak untuk menerima pendidikan tersebut.

Fuih…, tak terasa jemari saya sudah letih di atas tuts komputer. Di luar sana hujan sudah mulai turun. Kemarau yang terasa di kota Bandung mungkin akan segera berlalu dengan turunnya hujan ini. Semoga saja kemarau di televisi ini pun cepat berlalu. Semoga saja Thomas kembali ke pelukan kita kembali.

(Bandung, 26 Oktober 2006)

 
9 Comments

Posted by on October 27, 2006 in Uncategorized

 

9 responses to “Ayo, Rebut Thomas ke Pelukan Kita Kembali!

  1. Rifina

    October 27, 2006 at 6:20 pm

    yes!!!!
    pertama ngasih komen nih!!!
    kmana aja atuh van?
    tak tunggu2…

    btw, emang skrg dunia per-badminton-an ina udah mulai turun ya..
    sok atuh ente jadi generasi penerus bangsa.. biar thomas balik lagi ke ina.. (lho, thomas yang mana ya??? heu…)

    iya, sinetron kaya gitu malah bikin bingung. katanya mau ngasih hidayah, tapi malah prostitusi… ga banget!!!

    setuju,,, ganyang sinetron gak bermoral!!! hehe…

    ya sudh..
    van, kasih komen juga dung bwat blog ekeu…
    yu dada babay

     
  2. Restya

    October 29, 2006 at 4:55 pm

    puf… blogmu ini,
    smakin mbuktikan bhw aq brada dlm lingkungan orang” JAYUS!

    santai ae,
    g ad thomas,
    msh ad restya (u.u)

     
  3. Tom

    October 29, 2006 at 11:00 pm

    Jika pembaca adalah Radja, maka “Ivan si penulis blog ini adalah Ratu” karena “di dadaku ada kamu” (Oh ivan… makin aneh saja kaw ini)

    Tenang aja van… masih banyak “tom2” yang laen yang setia pada negara Indonesia ini koq. 8)

    film-film bernuansa religius itu “bimbingan orangtua” kan? itu maksudnya untuk mencegah fidbek yang salah. makanya jadilah orangtua yang perhatian sama anaknya.

    I pray for a better future of our nation Indonesia

     
  4. WiPut

    October 30, 2006 at 3:33 pm

    VAn..

    judul dan isinya udah relevan..

    tapi mbok ya beritanya itu lho… nggak nahan!!

    Bener sih… sinetron yang sering aku liat iklannya di Tipi itu.. kayanya isinya sama smua!!

    alurnya kebaca..
    dan sekarang lagi nge-trend judul sinetronnya nama orang..

    intan..
    contohnya…
    kayanya bukan kebawa budaya lama, tapi kebawa ma telenovela…

    aku tunggu berita selanjutnya,Van..

     
  5. BinTanK

    October 31, 2006 at 9:15 pm

    ……

    cape deh…

     
  6. 'juNita

    November 3, 2006 at 12:43 am

    Karena itu van!!!,,

    Kurasa generasi sekarang perlu memiliki visi dan cita-cita tinggi.

    Agar idealisme kita dapat direalisasikan.

    Ngomong-ngomong, koq kamu bisa-bisanya garinx tapi tetep bikin oranx ter-bahak”?

     
  7. Liman

    November 10, 2006 at 4:44 pm

    astagfirullah si ivan makin parah euy….T.T

    bagus van tinggal kembangkan

     
  8. niezh

    November 16, 2006 at 9:25 pm

    kok aku melihatnya, blog mu tampak gak nyambung dengan judul, tapi isinya bagus…,. kirim aja ke presiden…

    =p

     
  9. Ega DP

    November 25, 2006 at 5:12 am

    Van…
    aku ngebuka blogmu ini coz rekomendasi dr seorang komentator disini jg loh ;-P
    mungkin karena dy pgn aku jg baca karanganmu yg garing bin konyol itu…hwakakak
    ya sud…kutunggu cerita2 selanjutnya!
    ko lm bgt ga diupdate blognya?
    jgn smp UTS mengganggu blogging!!!
    hehehe

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: