<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Semangat!</title>
	<atom:link href="http://ivannugraha.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ivannugraha.wordpress.com</link>
	<description>Blog Ivan Nugraha</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 11:40:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ivannugraha.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/d162c51fbf350243f9d0c4b069ef5b6f?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Semangat!</title>
		<link>http://ivannugraha.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ivannugraha.wordpress.com/osd.xml" title="Semangat!" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ivannugraha.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Adakah Lirik Bahasa Jepang di Heavy Rotation Versi Indonesia?</title>
		<link>http://ivannugraha.wordpress.com/2012/01/27/adakah-lirik-bahasa-jepang-di-heavy-rotation-versi-indonsia/</link>
		<comments>http://ivannugraha.wordpress.com/2012/01/27/adakah-lirik-bahasa-jepang-di-heavy-rotation-versi-indonsia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 11:40:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[Pengalaman Pribadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ivannugraha.wordpress.com/?p=294</guid>
		<description><![CDATA[Satu bulan ini JKT48 menjadi pembicaraan hangat di berbagai media internet. Girlband yang terdiri dari 26 orang ini merupakan &#8220;sister&#8221; dari AKB48 dari Jepang yang telah lebih dahulu terkenal. Hal yang patut disyukuri adalah JKT48 ini merupakan girlband, bukan boyband. Coba bayangkan bagaimana apabila ada 26 lelaki berteriak &#8220;I Want You&#8221; bersama-sama. Mungkin orang-orang di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ivannugraha.wordpress.com&amp;blog=2095793&amp;post=294&amp;subd=ivannugraha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Satu bulan ini JKT48 menjadi pembicaraan hangat di berbagai media internet. <em>Girlband</em> yang terdiri dari 26 orang ini merupakan &#8220;<em>sister</em>&#8221; dari AKB48 dari Jepang yang telah lebih dahulu terkenal. Hal yang patut disyukuri adalah JKT48 ini merupakan <em>girlband</em>, bukan <em>boyband</em>. Coba bayangkan bagaimana apabila ada 26 lelaki berteriak &#8220;I Want You&#8221; bersama-sama. Mungkin orang-orang di sekitar terpogoh-pogoh berlari ketakutan sambil berteriak, &#8220;ada FPI!!!&#8221;.</p>
<div id="attachment_297" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ivannugraha.files.wordpress.com/2012/01/jkt48.jpg"><img class="size-medium wp-image-297" title="JKT48" src="http://ivannugraha.files.wordpress.com/2012/01/jkt48.jpg?w=300&#038;h=163" alt="JKT48" width="300" height="163" /></a><p class="wp-caption-text">Personel JKT48 (Sumber: www.jkt48.com))</p></div>
<p>Gambar di atas adalah foto personel JKT48. Pada foto terdapat 28 orang karena 2 orang di foto saat ini telah mengundurkan diri dari JKT48. (Kuis: Jika foto berukuran 960 x 524 <em>pixel</em>, berapa <em>pixel</em> yang didapat oleh masing-masing personel?)</p>
<p>Salah satu yang membuat <em>girlband</em> ini terkenal adalah munculnya di iklan Pocari Sweat sambil menyanyi lagu Heavy Rotation. Apakah anda awalnya berpikir bintang iklan tersebut adalah artis dari Jepang? Jika jawaban anda: &#8220;Ya&#8221;, maka anda sama dengan saya. Awalnya saya juga berpikir bahwa mereka artis dari Jepang, mungkin AKB48. Dengan <em>track record</em> iklan Pocari Sweat yang sering menghadirkan artis Jepang, banyak yang berpikiran seperti itu. Jika jawaban anda: &#8220;Tentu tidak!&#8221;, mungkin anda sudah meminum Combantrin.</p>
<p>Saya mengira mereka adalah artis Jepang sampai suatu saat saya menonton JKT48 yang menyanyikan lagu Heavy Rotation versi Indonesia di <em>youtube</em>. <em>Lah</em>, jadi yang main di iklan Pocari Sweat mereka? Setelah dilihat lebih seksama, ternyata benar: wajah di iklan merupakan wajah Indonesia. (terima kasih untuk personel JKT48 yang berdiri paling depan dan selalu di-<em>shot</em> kamera).</p>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://ivannugraha.wordpress.com/2012/01/27/adakah-lirik-bahasa-jepang-di-heavy-rotation-versi-indonsia/"><img src="http://img.youtube.com/vi/HLTkepK8YKg/2.jpg" alt="" /></a></span>
<p>Pertanyaan muncul selanjutnya, apakah lagu yang diputar di iklan Pocari Sweat tersebut lagu JKT48 atau AKB48? Di video youtube yang saya dapatkan, saya hanya mendengar lirik berbahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Tapi menurut <a href="http://restya.wordpress.com">teman saya</a>, ada sedikit lirik berbahasa Jepang dan mungkin itu yang dicuplik untuk iklan Pocari Sweat. Sulit menentukan mana yang benar karena di video tersebut terdengar sayup-sayup suara penonton (yang beberapa persen diantara mereka adalah <em>alayers</em> dengan desibel yang tinggi). <em>Well</em>, Akhirnya saya menyempatkan diri untuk menggoogling lirik lagu Heavy Rotation versi Indonesia yang dinyanyikan oleh JKT48. Berikut ini lirik yang saya dapatkan dari link <a href="http://liriklaguindonesia.net/jkt48-heavy-rotation-indonesian-version.htm">liriklaguindonesia.net</a>.</p>
<blockquote><p>One two three four</p>
<p>I want you (I want you) I need you (I need you)<br />
I love you (I love you) di dalam benakku<br />
keras berbunyi irama musikku, heavy rotation</p>
<p>Seperti popcorn yang meletup-letup<br />
kata-kata suka menari-nari<br />
Wajahmu suaramu selalu ku ingat<br />
membuatku menjadi tergila-gila</p>
<p>Oh senangnya miliki perasaan ini<br />
Ku sangat merasa beruntung</p>
<p>I want you (I want you) I need you (I need you)<br />
I love you (I love you) bertemu denganmu<br />
Semakin dekat jarak di antara kita, maximun high tention</p>
<p>I want you (I want you) I need you (I need you)<br />
I love you (I love you) di lubuk hatiku<br />
Rasa sayang yang terus menerus meluap, heavy rotation</p>
<p>Dalam kehidupan setiap manusia<br />
berapa kali bisa rasakan cinta<br />
Jika ada satu cinta tak terlupa<br />
ku akan merasa sangat bahagia</p>
<p>Mungkin seperti perasaan sekuntum<br />
bunga saat dia akan mekar</p>
<p>I feel you (I feel you) I touch you (I touch you)<br />
I hold you (I hold you) di dalam mimpiku<br />
angan-anganku menjadi semakin besar, oh it’s my imagination</p>
<p>I feel you (I feel you) I touch you (I touch you)<br />
I hold you (I hold you) perasaan ini<br />
ku sangat ingin mengutarakan padamu, heavy rotation</p>
<p>Yang selalu ku dengarkan favorite song<br />
seperti lagu yang ku suka<br />
Ku ulang terus tanpa henti twenty four hours a day<br />
oh baby the only request is you</p>
<p>I want you (I want you) I need you (I need you)<br />
I love you (I love you) bertemu denganmu<br />
Semakin dekat jarak di antara kita, maximun high tention</p>
<p>I want you (I want you) i need you (i need you)<br />
I love you (I love you) di lubuk hatiku<br />
Rasa sayang yang terus menerus meluap, heavy rotation, heavy rotation</p></blockquote>
<p>Ternyata tidak ada lirik bahasa Jepang sama sekali di lagu tersebut. Jadi siapakah yang menyanyikan lagu di iklan Pocari Sweat itu? Apakah JKT48 atau AKB48? Tentunya bukan Lisa karena tidak ada tulisan &#8220;Penyanyi: Lisa&#8221; seperti pada iklan sosis So Nice versi Sinta-Jojo.</p>
<p><strong>Penulis: Ivan Nugraha (Pemerhati Iklan)</strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://ivannugraha.wordpress.com/category/bebas/'>Bebas</a>, <a href='http://ivannugraha.wordpress.com/category/pengalaman-pribadi/'>Pengalaman Pribadi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ivannugraha.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ivannugraha.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ivannugraha.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ivannugraha.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ivannugraha.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ivannugraha.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ivannugraha.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ivannugraha.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ivannugraha.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ivannugraha.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ivannugraha.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ivannugraha.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ivannugraha.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ivannugraha.wordpress.com/294/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ivannugraha.wordpress.com&amp;blog=2095793&amp;post=294&amp;subd=ivannugraha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ivannugraha.wordpress.com/2012/01/27/adakah-lirik-bahasa-jepang-di-heavy-rotation-versi-indonsia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f8a72f121101af7d850df99885239b1a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ivan Nugraha</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ivannugraha.files.wordpress.com/2012/01/jkt48.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">JKT48</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mari Berbicara Mengenai Toilet</title>
		<link>http://ivannugraha.wordpress.com/2012/01/26/mari-berbicara-mengenai-toilet/</link>
		<comments>http://ivannugraha.wordpress.com/2012/01/26/mari-berbicara-mengenai-toilet/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 10:45:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[kloset berdiri]]></category>
		<category><![CDATA[kloset duduk]]></category>
		<category><![CDATA[toilet ideal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ivannugraha.wordpress.com/?p=283</guid>
		<description><![CDATA[Seminggu yang lalu saya mendapat tugas dari kantor untuk menghadiri sebuah training dan perkenalan produk dari sebuah perusahaan IT internasional. Perusahaan tersebut berkantor di sebuah gedung di Jakarta Pusat di dekat bundaran Hotel Indonesia. Kita sebut saja gedung tersebut Gedung Samar (nama sengaja disamarkan). Gedung tersebut tergolong gedung yang bagus. Liftnya cepat (saya sempat merasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ivannugraha.wordpress.com&amp;blog=2095793&amp;post=283&amp;subd=ivannugraha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seminggu yang lalu saya mendapat tugas dari kantor untuk menghadiri sebuah training dan perkenalan produk dari sebuah perusahaan IT internasional. Perusahaan tersebut berkantor di sebuah gedung di Jakarta Pusat di dekat bundaran Hotel Indonesia. Kita sebut saja gedung tersebut Gedung Samar (nama sengaja disamarkan). Gedung tersebut tergolong gedung yang bagus. Liftnya cepat (saya sempat merasa pusing setelah keluar dari lift itu) dan bisa memilah lantai sesuai dengan nametag pengguna lift. Namun, ada yang saya kurang suka dari Gedung Samar: toiletnya. Menimbang pengalaman tersebut, pada kesempatan ini, sambil bercerita saya akan membahas bagaimana toilet yang nyaman menurut versi saya. Dengan tidak bermaksud mengikuti gaya Syahrini, kata &#8220;sesuatu&#8221; pada tulisan ini akan berkorelasi pada bagian tubuh yang mengeluarkan kotoran, baik dari depan atau belakang.</p>
<p>Awalnya, saya ingin melakukan aktifitas hajat kecil. Saya pun menuju kloset berdiri. Bagi saya, kloset berdiri merupakan ide yang inovatif untuk memisahkan antara pengguna yang akan melakukan buang air kecil dan buang air besar. Pengguna yang akan melakukan hajat kecil tidak perlu mengantri dengan pengguna hajat besar yang bisa dipastikan lama dalam menggunakan toilet. Ada beberapa syarat yang menurut saya wajib ada dalam sebuah toilet yang nyaman.</p>
<p>1. Pipa kecil penyemprot air</p>
<p>Kita pasti akan melakukan aktifitas pembersihan (bahasa gaul: cebok) setelah buang air. Otomatis, jika kita memakai kloset berdiri, kita butuh semprotan untuk membasahi tangan kita, membersihkan &#8220;sesuatu&#8221;, lalu membersihkan tangan kita kembali. Semprotan tersebut biasanya berupa pipa kecil di atas kloset. Sayangnya, beberapa jenis kloset, termasuk kloset di gedung tersebut, tidak menyediakan semprotan tersebut. Air pada kloset tersebut mengalir di dinding kloset sehingga sulit dikumpulkan oleh tangan. Dalam keadaan tersebut sulit untuk melakukan aktifitas pembersihan dengan nyaman.</p>
<p>Sebenarnya ada cara lain yang mungkin bisa dipraktekan menghadapi kloset tersebut, yaitu mengusap kemaluan pada dinding kloset. Namun hal tersebut menurut saya bukan ide yang cemerlang karena:</p>
<ul>
<li>Tidak ada jaminan dinding tersebut higienis karena masih memungkinkan sisa-sisa kotoran orang lain</li>
<li>Mungkin terjadi kesalahpahaman dari orang-orang di sekitar kita.</li>
<li>Otomatis, &#8220;sesuatu&#8221; anda harus panjang untuk mencapai dinding kloset. Padahal, survey membuktikan bahwa &#8220;sesuatu&#8221; tersebut akan semakin pendek jika anda telah selesai melakukan hajat.</li>
</ul>
<p>2. Tombol air</p>
<p>Entah siapa orang yang memberikan ide mengganti tombol dengan sensor untuk mengalirkan air pada kloset berdiri. Air baru akan mengalir apabila sensor mendeteksi kita meninggalkan kloset tersebut. Terkadang, jika terjebak di kloset seperti itu, saya harus memiringkan badan untuk menipu sensor, baru setelah air mengalir, dengan cepat saya akan berburu air yang mengalir.</p>
<p>Beranjak pergi ke wastafel bukan ide yang baik karena kita harus membiarkan celana terbuka karena bila dimasukkan akan ada resiko hajat kita terkena celana dalam/celana. Kalau di dalam toilet ada orang, tentunya kita tidak bisa berjalan sambil membiarkan celana terbuka. Kadang-kadang saya berharap &#8220;sesuatu&#8221; itu portable supaya saya bisa meninggalkannya di kloset sambil mengambil air ke wastafel. #eh</p>
<div id="attachment_288" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ivannugraha.files.wordpress.com/2012/01/toilet-berdiri.jpg"><img class="size-full wp-image-288" title="Toilet Berdiri" src="http://ivannugraha.files.wordpress.com/2012/01/toilet-berdiri.jpg?w=645" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Toilet Berdiri yang Cukup Ideal, Tentunya jika Orang di Foto Tidak Membersihkan Kloset Saat Kita Buang Air (Sumber: vivanews.com)</p></div>
<p>Syarat di atas merupakan syarat wajib bagi saya untuk melakukan aktivitas buangan di kloset berdiri dengan nyaman. Ketika dua-duanya tidak ada di toilet gedung tersebut, maka saya beranjak menuju toilet duduk. Sayangnya, harapan tinggal harapan.</p>
<p>Syarat sebuah toilet duduk yang baik versi saya adalah adanya sumber air untuk melakukan aktivitas pembersihan. Saya sebenarnya lebih memilih gayung+ember atau semprotan air daripada semprotan statis yang langsung menembak ke arah &#8220;sesuatu&#8221; karena fleksibilitas arah tembakan. Namun, begitu saya masuk toilet, jangankan gayung+ember atau semprotan air, semprotan statis pun tak ada. Sumber air hanya ada pada lubang kloset. Alat pembersihnya hanya segulung tissue.</p>
<p>Saya tidak cukup mengerti bagaimana ada orang yang beranggapan bahwa air pada lubang kloset cukup higienis untuk melakukan aktifitas pembersihan. Membersihkan dengan tissue? Boleh,<em> sih</em>. Tapi bagi saya mengusap dengan tissue tidak sama dengan membersihkan. Bukannya jika membersihkan dengan tissue sama dengan meratakan kotoroan ke kulit, ya?</p>
<p><em>Well</em>, akhirnya saya memilih kloset berdiri dengan sebelumnya membasahi tangan agar langsung dapat membersihkan &#8220;sesuatu&#8221;. Setelah itu saya menutup celana baru ke wastafel untuk membersihkan tangan tersebut. Sungguh merepotkan seperti membuat program.</p>
<p><strong>Penulis: Ivan Nugraha (Pemerhati Toilet)</strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://ivannugraha.wordpress.com/category/pengalaman-pribadi/'>Pengalaman Pribadi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ivannugraha.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ivannugraha.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ivannugraha.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ivannugraha.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ivannugraha.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ivannugraha.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ivannugraha.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ivannugraha.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ivannugraha.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ivannugraha.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ivannugraha.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ivannugraha.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ivannugraha.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ivannugraha.wordpress.com/283/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ivannugraha.wordpress.com&amp;blog=2095793&amp;post=283&amp;subd=ivannugraha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ivannugraha.wordpress.com/2012/01/26/mari-berbicara-mengenai-toilet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f8a72f121101af7d850df99885239b1a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ivan Nugraha</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ivannugraha.files.wordpress.com/2012/01/toilet-berdiri.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Toilet Berdiri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lelucon Yang Lekang Oleh Waktu</title>
		<link>http://ivannugraha.wordpress.com/2012/01/25/lelucon-yang-lekang-oleh-waktu/</link>
		<comments>http://ivannugraha.wordpress.com/2012/01/25/lelucon-yang-lekang-oleh-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 09:03:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[dono]]></category>
		<category><![CDATA[indro]]></category>
		<category><![CDATA[kasino]]></category>
		<category><![CDATA[lelucon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ivannugraha.wordpress.com/?p=267</guid>
		<description><![CDATA[Terkadang sebuah lelucon yang lucu akan habis masa lucunya. Bisa jadi karena, pertama, lelucon itu terlalu sering diungkapkan, atau, kedua, karena orang-orang yang diberi lelucon sudah tidak mengerti dengan titik lucu dari lelucon tersebut. Untuk contoh kasus pertama, misalnya di rubrik lelucon koran Pikiran Rakyat yang sering muncul hari Senin, kadang-kadang muncul lelucon yang sudah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ivannugraha.wordpress.com&amp;blog=2095793&amp;post=267&amp;subd=ivannugraha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terkadang sebuah lelucon yang lucu akan habis masa lucunya. Bisa jadi karena, pertama, lelucon itu terlalu sering diungkapkan, atau, kedua, karena orang-orang yang diberi lelucon sudah tidak mengerti dengan titik lucu dari lelucon tersebut.</p>
<p>Untuk contoh kasus pertama, misalnya di rubrik lelucon koran Pikiran Rakyat yang sering muncul hari Senin, kadang-kadang muncul lelucon yang sudah seringkali muncul dan menjadi pengetahuan umum. Misalnya tebak-tebakan: Hewan apa yang terdiri dari satu huruf? Jawab: I-kan, G-ajah. Waktu pertama tahu lelucon itu, mungkin anda akan tertawa. Begitu membaca kedua kali, mungkin anda akan tersenyum. Membaca ketiga kali, muka anda akan datar. Membaca keempat kali, anda akan langsung menjadikannya alas rak. Membaca kelima kali, anda akan langsung berteriak: &#8220;Bakar!!!&#8221;. Membaca keenam kali dan seterusnya, anda akan berpikir untuk menulis blog yang membahas tentang lelucon yang sudah tidak lucu #eh.</p>
<p>Contoh untuk kasus kedua, kasus dimana lelucon tersebut sudah tidak dimengerti oleh pendengar, akan dijelaskan di bagian berikutnya. Misalnya, lelucon uang 500 yang dulu sering dimainkan tahun 1990-an seperti pada lelucon di bawah ini yang saya ambil dari tumblr <a href="http://asmoroklub.tumblr.com/post/14008172700" target="_blank">asmoroklub</a>.</p>
<div id="attachment_268" class="wp-caption aligncenter" style="width: 218px"><a href="http://ivannugraha.files.wordpress.com/2012/01/lelucon_500.jpg"><img class="size-medium wp-image-268" title="Lelucon 500" src="http://ivannugraha.files.wordpress.com/2012/01/lelucon_500.jpg?w=208&#038;h=300" alt="Lelucon 500" width="208" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Sumber: asmoroklub</p></div>
<p>Tentunya karena uang 500 gambar seperti itu sudah tidak ada, maka lelucon itu pun hilang.</p>
<p>Satu lagi lelucon yang kemungkinan masuk ke kategori kedua ini adalah lelucon yang akan dibahas berikutnya. Lelucon ini saya dapatkan dari guru les bahasa Inggris saat SMP dan terkadang saya masih memakainya sesekali. Cara menggunakan lelucon ini adalah sebagai berikut:</p>
<p>Ketika ada seseorang yang mengatakan &#8220;I don&#8217;t know&#8221;, jawablah dengan &#8220;You don&#8217;t know.? I Indro&#8221;.</p>
<p>Bagi anda yang belum mengerti titik lucu dari lelucon di atas, silahkan melakukan hal-hal berikut ini: tarik napas, tahan, buang, teriak, tarik napas, tahan, buang, teriak, silahkan baca kembali lelucon di atas pelan-pelan sambil melihat apakah bayi anda sudah keluar #eh. Belum mengerti? Baiklah, saya menyerah (sambil melambaikan tangan ke kamera), saya akan memberikan penjelasan yang mendalam dan terperinci tentang titik lucunya. Ketika seseorang bilang I don&#8217;t know, maka secara sekilas akan terdengar I Dono. Menjawab dengan I Indro, berarti mengaitkan Dono dengan teman satu grupnya di Warkop DKI: Indro. (Sampai bagian ini saya memberikan waktu anda beberapa detik sebelum melanjutkan ke paragraf selanjutnya. Silahkan pergunakan dengan baik kesempatan ini untuk tertawa, atau bahkan untuk mengambil baskom dan mengeluarkan isi perut anda)</p>
<p>Kembali ke topik tadi, tentunya lelucon di atas sangat bergantung pada keeksisan grup Warkop DKI (Dono-Kasino-Indro). Grup tersebut sekarang hanya bersisa Indro. Tentunya pengetahuan orang tentang Dono Kasino Indro berangsur-angsur berkurang dan suatu saat, di suatu generasi, lelucon itu sudah tidak diketahui. Untungnya saat ini film-film Warkop DKI masih sering diputar sehingga ikut melestarikan lelucon tersebut.</p>
<p>Sebenarnya masih banyak lelucon-lelucon untuk kasus kedua ini. &#8220;saya menyerah (sambil melambaikan tangan ke kamera)&#8221; juga merupakan contoh lelucon untuk kategori ini. Tapi, percayalah, kita harus tetap optimis karena meskipun banyak lelucon yang habis masa lucunya, bermunculan juga banyak lelucon baru yang dibuat oleh orang-orang di seluruh penjuru dunia ini.</p>
<p>Di bagian akhir tulisan ini, saya ingin mengajak kita merenung bahwa tak ada yang abadi di dunia ini. Semua pasti lekang oleh waktu. Beberapa lelucon mungkin akan hilang seiring berjalannya waktu. Tidak ada yang tahu, mungkin besok atau lusa beberapa lelucon akan hilang ditabrak Xenia.</p>
<p><strong>Penulis: Ivan Nugraha (Pemerhati Lelucon)</strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://ivannugraha.wordpress.com/category/bebas/'>Bebas</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ivannugraha.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ivannugraha.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ivannugraha.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ivannugraha.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ivannugraha.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ivannugraha.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ivannugraha.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ivannugraha.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ivannugraha.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ivannugraha.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ivannugraha.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ivannugraha.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ivannugraha.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ivannugraha.wordpress.com/267/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ivannugraha.wordpress.com&amp;blog=2095793&amp;post=267&amp;subd=ivannugraha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ivannugraha.wordpress.com/2012/01/25/lelucon-yang-lekang-oleh-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f8a72f121101af7d850df99885239b1a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ivan Nugraha</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ivannugraha.files.wordpress.com/2012/01/lelucon_500.jpg?w=208" medium="image">
			<media:title type="html">Lelucon 500</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sebuah Organisasi</title>
		<link>http://ivannugraha.wordpress.com/2011/05/15/261/</link>
		<comments>http://ivannugraha.wordpress.com/2011/05/15/261/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 May 2011 11:57:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Pengalaman Pribadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ivannugraha.wordpress.com/?p=261</guid>
		<description><![CDATA[Dulu, sekitar tahun ke-3 kuliah, ketika saya hendak pulang ke rumah, di suatu koridor di ITB  seseorang yang berjilbab bersama temannya meminta saya mengisi kuesioner. Dia bilang kuesioner itu untuk tugas kuliah psikologi. Karena waktu itu tidak sedang buru-buru, saya pun mengisi kuesioner itu. Sambil mengisi kuesioner yang cukup banyak, dia mengajak saya ngobrol. Dia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ivannugraha.wordpress.com&amp;blog=2095793&amp;post=261&amp;subd=ivannugraha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dulu, sekitar tahun ke-3 kuliah, ketika saya hendak pulang ke rumah, di suatu koridor di ITB  seseorang yang berjilbab bersama temannya meminta saya mengisi kuesioner. Dia bilang kuesioner itu untuk tugas kuliah psikologi. Karena waktu itu tidak sedang buru-buru, saya pun mengisi kuesioner itu. Sambil mengisi kuesioner yang cukup banyak, dia mengajak saya ngobrol. Dia bertanya saya mahasiswa jurusan apa. Dia bilang: &#8220;pintar dong..&#8221; saat saya bilang kuliah di Teknik Informatika. Hal ini cukup membuat saya bingung untuk menjawab apa. Dia juga bertanya saya aktif dimana saja, berencana lanjut di mana, dll. Dia sendiri mengaku sebagai mahasiswi suatu universitas swasta yang ada di Jalan Tamansari.</p>
<p>Bebarapa minggu kemudian, tiba-tiba ada sms yang masuk ke hp saya. Dari mahasiswi itu ternyata (saya mengisi nomor handphone di kuesioner tampaknya). Di sms itu tertulis bahwa dia ingin wawancara + mengisi kuesioner lanjutan. Dia bertanya, dimana kira-kira bisa bertemu. Dia sendiri menyarankan di Taman Ganesha sebelah Masjid Salman ITB. Akhirnya kami janji bertemu esok siangnya.</p>
<p>Esok siangnya, saya pergi ke Taman Ganesha dari kampus. Dia dan beberapa temannya telat beberapa menit dari waktu perjanjian. Dia pun menyerahkan kuesioner yang harus saya isi. Saat itu sebenarnya saya heran dengan kuesioner yang harus diisi saya. Ingatan saya cukup untuk mengingat kuesioner terdahulu. Kuesioner lanjutan ini saya rasa tidak ada relevansinya dengan kuesioner pertama. Mengapa dia menginginkan saya mengisi kuesioner tersebut? Bukankah kuesioner itu bisa diisi siapa saja? Keanehan selanjutnya, setelah saya mengisi kuesioner, dia tidak mewawancarai saya. Saya semakin bingung mengapa saya yang diminta mengisi kuesioner.</p>
<p>Saat saya hendak pamit, dia mencegah saya. Dia bilang tunggu satu orang temannya lagi terlebih dahulu. Saya semakin curiga. Apalagi ketika teman perempuannya datang, tidak ada kegiatan yang signifikan. Saya kira temannya ini yang akan mewawancarai saya atau diwawancara berbarengan dengan saya. Dan tiba-tiba, mahasiswi pemberi kuesioner ini malah mengajak saya mengikuti obrolan dengan seorang senior tentang kuliah di luar negeri yang akan dimulai beberapa saat lagi. Dari jauh, tiba-tiba datanglah satu orang pria.</p>
<p>Pria tersebut mengajak kenalan dengan saya dan perempuan yang terakhir datang. Tampaknya hanya kami berdua yang tidak dia kenal. Kemudian, dia bilang, &#8220;Yuk, mari kita mulai obrolan tentang studi ke luar negeri ini.&#8221;. Lalu dia meminta kami membentuk semacam lingkaran kecil untuk berdiskusi. Selanjutnya dia menjelaskan jika kuliah ke luar negeri itu hal yang mudah. Dia sendiri bercerita bahwa dia dan teman-temannya telah memiliki profesor di luar negeri yang akan menerima kita.</p>
<p>Saya yang sedari tadi merasa curiga dan tidak nyaman dengan kelompok ini memutuskan untuk pergi setelah pria tersebut berbicara selama 10 menit. Pria tersebut bertanya: &#8220;tidak mau melanjutkan? lagi rame loh..&#8221;. Saya sendiri beralasan ada rapat himpunan agar bisa pergi (saya berbohong saat itu). Saya pun pergi. Beberapa hari kemudian saya mendapat sms yang meminta isi kuesioner lagi. Dengan halus saya tolak dengan alasan sedang sibuk-sibuknya tugas kuliah.</p>
<p>Kembali ke masa sekarang&#8230;.</p>
<p>Ketika di televisi sedang dibahas tentang suatu organisasi dengan modus-modus penipuannya, saya jadi teringan kejadian di atas. Saya curiga yang dulu itu adalah organisasi yang sama. Kalau dipikir-pikir, dari dia mendapatkan nomor telepon saya, dia mencari tau kesibukan saya, dia mencari tau kalo saya memiliki cita-cita meneruskan studi ke luar negeri, dia membuat pertemuan yang berisi tentang studi ke luar negeri, dan dia mendatangkan seseorang yang seolah-olah tidak kenal dengan pembicara sungguh mencurigakan. Sayangnya (atau untungnya?) taktik kuesioner lanjutan tidak terlalu mulus sehingga saya merasa curiga.</p>
<p>Saya sendiri sebenarnya tidak terlalu mengenal organisasi ini. Dulu saya hanya pernah mendengarnya dari buku sejarah dan setau saya sudah tidak ada. Selanjutnya saya mendengar lagi ketika ada sebuah kerohisan suatu sekolah meminta saya menjual tiket sebuah seminar keagamaan ke SMA saya (saat itu saya sedang menjabat sebagai ketua seksi keagamaan di SMA saya). Namun, ketika saya baca tentang judul-judul materi seminarnya, terasa sangat aneh. Dan seorang rekan berhasil meyakinkan saya kalau seminar ini berisi tentang organisasi ini dan saya diminta untuk tidak menjual tiket tersebut. Saya mendengar lagi tentang organisasi ini ketika awal masuk ke ITB dimana diwanti-wanti oleh rektorat tentang kemungkinan organisasi ini menyebarkan pengaruh buruk di kalangan mahasiswa.</p>
<p>Jadi, apakah pemberi kuesioner tadi dari organisasi tersebut? Entahlah. Saya hanya curiga&#8230; Semoga hanya orang baik yang jatuh cinta kepada saya dan ingin saya bisa meneruskan kuliah ke luar negeri (loh?)</p>
<br />Filed under: <a href='http://ivannugraha.wordpress.com/category/kuliah/'>Kuliah</a>, <a href='http://ivannugraha.wordpress.com/category/pengalaman-pribadi/'>Pengalaman Pribadi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ivannugraha.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ivannugraha.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ivannugraha.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ivannugraha.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ivannugraha.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ivannugraha.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ivannugraha.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ivannugraha.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ivannugraha.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ivannugraha.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ivannugraha.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ivannugraha.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ivannugraha.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ivannugraha.wordpress.com/261/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ivannugraha.wordpress.com&amp;blog=2095793&amp;post=261&amp;subd=ivannugraha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ivannugraha.wordpress.com/2011/05/15/261/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f8a72f121101af7d850df99885239b1a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ivan Nugraha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menyelamatkan Data Friendster</title>
		<link>http://ivannugraha.wordpress.com/2011/05/07/menyelamatkan-data-friendster/</link>
		<comments>http://ivannugraha.wordpress.com/2011/05/07/menyelamatkan-data-friendster/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 May 2011 15:16:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman Pribadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ivannugraha.wordpress.com/?p=252</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 22 April 2011 lalu saya mendapati sebuah email dari Friendster. Isinya tentang rencana pengembangan Friendster yang menyebabkan data-data tentang foto, pesan, blog, testimonial, dan shoutout akan dihapus pada tanggal 31 Mei 2011. Saya jadi teringat akan kejayaan Friendster. Sebelum Facebook mewabah seperti saat ini, Friendster telah ada sebagai jejaring sosial yang cukup banyak diminati. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ivannugraha.wordpress.com&amp;blog=2095793&amp;post=252&amp;subd=ivannugraha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanggal 22 April 2011 lalu saya mendapati sebuah email dari Friendster. Isinya tentang rencana pengembangan Friendster yang menyebabkan data-data tentang foto, pesan, blog, testimonial, dan shoutout akan dihapus pada tanggal 31 Mei 2011.</p>
<p>Saya jadi teringat akan kejayaan Friendster. Sebelum Facebook mewabah seperti saat ini, Friendster telah ada sebagai jejaring sosial yang cukup banyak diminati. Bahkan tahun 2008, ketika Training For Trainer SSDK, saya sempat terheran-heran dengan kata facebook ketika K Julian, IF04, ketua SSDK 2008, di suatu seminar menyatakan dia mengundang seorang pembicara yang belajar di luar negeri yang ditemukannya dalam facebook (saya lupa nama pembicara itu tetapi dia IF ITB juga yang lebih tua beberapa angkatan dengan K Julian).</p>
<p>Kembali ke topik Friendster. Friendster sendiri menyediakan sebuah aplikasi untuk menyelamatkan data-data yang akan dihapus tersebut. Kemarin saya baru sempat melakukan hal tersebut. Setelah sempat mengubek-ubek email dan google, akhirnya saya tahu aplikasi tersebut bernama friendster exporter (saya baru tahu kalau friendster sekarang ada apps-nya). Linknya: <a href="http://widgets.friendster.com/exporter" target="_blank">http://widgets.friendster.com/exporter</a> . Terdapat 3 fitur yang disediakan fitur tersebut:</p>
<ol>
<li>mendownload semua data sehingga menjadi satu file zip yang jika diekstrak menjadi sebuah folder yang berisi situs html friendster lokal.</li>
<li>mengekspor foto ke flickr atau multiply</li>
<li>mengekspor isi blog ke wordpress atau blogspot.</li>
</ol>
<p>Saya sendiri hanya memakai fitur 1 dan 3 karena saya tidak punya flickr atau multiply. Fitur 1 membutuhkan beberapa menit hingga sebuah email datang memberitahukan bahwa data siap didownload. Fitur 3 saya pakai untuk memindahkan isi blog friendster ke blog ini. Untuk fitur 3 sendiri dia menyediakan data xml yang bisa didownload. Di wordpress ada fitur import di dashboard sehingga kita tinggal mengupload file xml tersebut sehingga data blog friendster pindah ke blog wordpress ini. (Sebenarnya kita bisa juga melakukan hal ini dari halaman blog friendster)</p>
<p>Barusan saya melihat-lihat friendster lokal yang saya download. Saya pun merasa bernostalgia sehingga merasakan suasana kebatinan yang sentimentil dan emosional (haha.. kalimat ini sedikit <em>lebay</em>). Berikut ini hal-hal yang membuat saya bernostalgia:</p>
<p>1. Saya jadi teringat Telkomnet Instan, layanan internet via kabel telepon. Dulu sering sekali iklan 0809-89999 ini muncul di televisi. Awal-awal saya aktif dan mengenal internet melalui layanan ini. Tentunya dengan Telkomnet Instan saya mengakses Friendster. Dulu biayanya dihitung per menit sehingga harus hati-hati agar tagiah telepon tidak membengkak.</p>
<p>2. Saya melihat blog dan foto-foto saya saat dulu. Blognya &#8220;gila&#8221; banget, saya tidak cukup kuat membacanya. Lalu saya melihat foto-foto zaman dulu. Lucu juga. Saya mengaktifkan webcam untuk membandingkan dengan wajah saya sekarang. Tampak berbeda&#8230; Ini salah satu foto saya zaman muda (eh, lebih muda maksudnya).</p>
<div id="attachment_253" class="wp-caption aligncenter" style="width: 210px"><a href="http://ivannugraha.files.wordpress.com/2011/05/10185296018.jpg"><img class="size-medium wp-image-253" title="Foto Friendster Ivan" src="http://ivannugraha.files.wordpress.com/2011/05/10185296018.jpg?w=200&#038;h=300" alt="Foto Friendster Ivan" width="200" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Antara Imut dan Gaya</p></div>
<p>3. Saya juga membaca testimonial-testimonial. Masih ingat testimonial? Testimonial itu kalau di facebook semacam wall. Mungkin karena namanya testimonial, awalnya orang-orang mengisinya dengan kesan pesan tentang si empunya akun. Dulu sering bingung kalau ada yang minta dikirim testimoni. Setelah dilihat, ternyata <a href="http://junitariany.wordpress.com/" target="_blank">Junita Riany</a>, teman SMA, pengisi testimonial pertama. Berikut cuplikannya:</p>
<blockquote><p>IvaN&#8230;</p>
<p>Baik&#8230;<br />
Abis suka bAntUin bLajaR siH&#8230;.<br />
ThaNx yeE&#8230;</p>
<p>LawAk&#8230;<br />
kALo LaGhe diiSengiN,, pAsti waJahnya G kOntroL<br />
kEbinGungaN&#8230;<br />
dAn iTu meRupaKan suaTu oBjek tErtaWaan yAng bAik!!!,,<br />
hOhO&#8230;</p></blockquote>
<p>Testinya alay. Padahal dulu kan alay belum terkenal. Peloporkah dia? Ahaha.. Testimonial selanjutnya dari <a href="http://ibnudoankgimana.wordpress.com/" target="_blank">Ibnu</a>, teman yang sampai sekarang bersama-sama hingga S2. Berikut cuplikannya:</p>
<blockquote><p>I = inginnya sih di sebut Vic Chou hu..hu..(kmu tuh emang dia, waktu sy liat dia loh kok mirip ivan) Tp kmu udah liat khan film yg di bintangi ane itu tuh last samurai hu..<br />
V = van nistelrooy muridnya<br />
A = aink temennya<br />
N = n&#8217;temen yang baek deh ..<br />
orang ini tuh sok-sok udah lulus stt telkom jadi aje dia ngak mo blajar lg kt nya. padahal van klo kmu itu tuch belajar bukan boeat yang begituannya aje loh ( heeuh ibnu ky kmu sk belajar aja) hu..hu..hu&#8230;<br />
kayak nya dia tuh CAKEP tapi orang-orang banyak yang ngak menyadarinya tul gak?? tapi kmu selalu tawaduk tidak mau menyombongkannya I Love U lah<br />
258 kata lg apa yaa, oh iya klo kmu punya pacar khan ngomongnya&#8221; klo kmu jadi bunga ane jadi kupu2nya&#8221; nah klo gituh ane mah cukup jadi insektisidanya biar kmu tetap tumbuh subur ockey</p></blockquote>
<p>Eaaa&#8230;</p>
<p>4. Entah kenapa friendster diblokir dari jaringan kampus ketika saya masuk ITB. Saya sempat menggunakan situs pihak ketiga agar bisa membuka friendster dari kampus. Lupa alamatnya, apa,ya?</p>
<p>5. Satu lagi, friendster memiliki fitur &#8220;Who&#8217;s viewed me&#8221;. Fitur ini mencatat siapa saja orang yang melihat anda dalam kurun waktu tertentu. Tentunya fitur ini tidak ramah buat seseorang yang ingin &#8220;stalker&#8221;. Dulu saya mengakalinya dengan mencatat alamat target, logout, lalu mengetiknya di URL. Dengan cara tersebut friendster tidak akan tau siapa yang mengakses alamat orang tersebut. Saya baru tahu itu adalah &#8220;session&#8221; ketika saya mengikuti pemrograman internet di tingkat 3 kuliah. Haha. Mau tahu siapa yang saya &#8220;stalker&#8221;? ra-ha-si-a.</p>
<p>Haha, pengalaman yang menarik membuka friendster kembali. Jangan lupa buat para pembaca untuk menyelamatkan datanya di friendster sebelum tanggal 31 Mei 2011. Lumayan, buat kenang-kenangan. Terima kasih Friendster untuk 2 tahun awal saya menggunakan internet&#8230;</p>
<br />Filed under: <a href='http://ivannugraha.wordpress.com/category/pengalaman-pribadi/'>Pengalaman Pribadi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ivannugraha.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ivannugraha.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ivannugraha.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ivannugraha.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ivannugraha.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ivannugraha.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ivannugraha.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ivannugraha.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ivannugraha.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ivannugraha.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ivannugraha.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ivannugraha.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ivannugraha.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ivannugraha.wordpress.com/252/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ivannugraha.wordpress.com&amp;blog=2095793&amp;post=252&amp;subd=ivannugraha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ivannugraha.wordpress.com/2011/05/07/menyelamatkan-data-friendster/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f8a72f121101af7d850df99885239b1a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ivan Nugraha</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ivannugraha.files.wordpress.com/2011/05/10185296018.jpg?w=200" medium="image">
			<media:title type="html">Foto Friendster Ivan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>2 Soal PPKn</title>
		<link>http://ivannugraha.wordpress.com/2011/05/06/2-soal-ppkn/</link>
		<comments>http://ivannugraha.wordpress.com/2011/05/06/2-soal-ppkn/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 May 2011 16:42:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman Pribadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ivannugraha.wordpress.com/?p=224</guid>
		<description><![CDATA[Ketika melihat sebuah kecelakaan yang anda lakukan pertama kali adalah: (a) Meninggalkannya dengan acuh (b) Membantu tanpa peduli siapa yang kecelakaan (c) Melihat lebih dulu siapa orang yang kecelakaan (d) Meminta tolong orang lain agar membantu yang kecelakaan Kemarin (5/5/11) malam ketika lewat Dipati Ukur saya melihat sekitar 4 orang tergelatak di jalanan. Setelah melihat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ivannugraha.wordpress.com&amp;blog=2095793&amp;post=224&amp;subd=ivannugraha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika melihat sebuah kecelakaan yang anda lakukan pertama kali adalah:</p>
<p>(a) Meninggalkannya dengan acuh</p>
<p>(b) Membantu tanpa peduli siapa yang kecelakaan</p>
<p>(c) Melihat lebih dulu siapa orang yang kecelakaan</p>
<p>(d) Meminta tolong orang lain agar membantu yang kecelakaan</p>
<p>Kemarin (5/5/11) malam ketika lewat Dipati Ukur saya melihat sekitar 4 orang tergelatak di jalanan. Setelah melihat lebih dekat, tampaknya mereka mengalami kecelakaan motor. Tiba-tiba saya teringat tentang pertanyaan tersebut yang pernah keluar di suatu buku pelajaran PPKn ketika saya kelas 6 SD.</p>
<p>Sebagai orang yang selalu dipaparkan tentang bab membantu sesama di berbagai PPKn, saya menjawab (b). Hampir semua orang menjawab (b) juga. Namun, ketika dibahas, Bu Guru waktu itu memberikan jawaban (c). Tentunya kami protes: &#8220;apakah ketika menolong harus tahu yang kita tolong siapa?&#8221;. Tapi Bu Guru tersebut beralasan bahwa kita harus melihat dulu wajah orang yang kecelakaan tersebut. Siapa tahu kita kenal orang itu dan bisa memberitahu keluarga atau memberikan pertolongan yang sesuai karena mungkin orang tersebut memiliki alergi terhadap suatu obat dsb. Jawaban mana yang benar? Hmm, hanya pengarang soal tersebut yang tahu. Yang pasti saya harus merelakan satu nilai soal lepas&#8230;</p>
<p>Lalu gara-gara hal tersebut saya jadi mengingat satu lagi soal di pelajaran PPKn: Setiap anggota DPR/MPR dalam bermusyawah bertanggung jawab secara moral kepada &#8230;. Soal ini keluar di tiga ulangan, dengan 2 ulangan awal saya salah menjawab. Ulangan pertama saya menjawab &#8220;dirinya sendiri&#8221;. Ulangan kedua saya menjawab &#8220;pimpinan musyawarah&#8221; padahal sewaktu ulangan pertama pernah dibahas dan saya lupa jawabannya apa. Jawaban yang benar tentunya &#8220;Tuhan YME&#8221; dan saya benar di ulangan ke-3. Jadi terpikir, sudahkah anggota DPR/MPR merasa bertanggung jawab secara moral kepada Tuhan YME? Semoga iya&#8230;</p>
<br />Filed under: <a href='http://ivannugraha.wordpress.com/category/pengalaman-pribadi/'>Pengalaman Pribadi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ivannugraha.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ivannugraha.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ivannugraha.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ivannugraha.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ivannugraha.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ivannugraha.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ivannugraha.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ivannugraha.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ivannugraha.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ivannugraha.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ivannugraha.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ivannugraha.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ivannugraha.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ivannugraha.wordpress.com/224/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ivannugraha.wordpress.com&amp;blog=2095793&amp;post=224&amp;subd=ivannugraha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ivannugraha.wordpress.com/2011/05/06/2-soal-ppkn/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f8a72f121101af7d850df99885239b1a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ivan Nugraha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memulai Menabung di BNI Syariah</title>
		<link>http://ivannugraha.wordpress.com/2010/08/20/memulai-menabung-di-bni-syariah/</link>
		<comments>http://ivannugraha.wordpress.com/2010/08/20/memulai-menabung-di-bni-syariah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 17:29:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Pengalaman Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[bank syariah]]></category>
		<category><![CDATA[bunga]]></category>
		<category><![CDATA[riba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media.ivannugraha.com/?p=212</guid>
		<description><![CDATA[Sejak dulu, bunga bank menjadi polemik tentang kehalalannya dalam Islam. Pernah dijelaskan di buku pelajaran agama SMA ada tiga perbedaan pendapat tentang bunga bank. Ada yang mengatakan bunga bank haram, karena termasuk riba. Ada juga yang mengatakan bunga bank halal dengan syarat tertentu. Yang terakhir ada yang mengatakan bunga bank syubhat karena termasuk riba tapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ivannugraha.wordpress.com&amp;blog=2095793&amp;post=212&amp;subd=ivannugraha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-170" title="BNI Syariah" src="http://media.ivannugraha.com/wp-content/uploads/2010/08/BNI_Syariah.jpg" alt="" width="300" /></p>
<p>Sejak dulu, bunga bank menjadi polemik tentang kehalalannya dalam Islam. Pernah dijelaskan di buku pelajaran agama SMA ada tiga perbedaan pendapat tentang bunga bank. Ada yang mengatakan bunga bank haram, karena termasuk riba. Ada juga yang mengatakan bunga bank halal dengan syarat tertentu. Yang terakhir ada yang mengatakan bunga bank syubhat karena termasuk riba tapi saat ini tidak bisa diharamkan karena banyak orang terlibat di dalamnya.</p>
<p>Salah satu guru SMA saya, Almarhum Pak Deding, pernah berkata, &#8220;Silahkan kalian menabung, tapi jangan diniatkan mencari bunga.&#8221;</p>
<blockquote><p>Di saat bank syariah telah merajalela, disaat banyak bank konvensional menyediakan fasilitas syariah, di saat hampir setiap bank syariah berafiliasi dengan tiap atm, apa yang membuat kita tidak berpindah ke bank syariah?</p></blockquote>
<br />Filed under: <a href='http://ivannugraha.wordpress.com/category/agama/'>Agama</a>, <a href='http://ivannugraha.wordpress.com/category/pengalaman-pribadi/'>Pengalaman Pribadi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ivannugraha.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ivannugraha.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ivannugraha.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ivannugraha.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ivannugraha.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ivannugraha.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ivannugraha.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ivannugraha.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ivannugraha.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ivannugraha.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ivannugraha.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ivannugraha.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ivannugraha.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ivannugraha.wordpress.com/212/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ivannugraha.wordpress.com&amp;blog=2095793&amp;post=212&amp;subd=ivannugraha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ivannugraha.wordpress.com/2010/08/20/memulai-menabung-di-bni-syariah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f8a72f121101af7d850df99885239b1a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ivan Nugraha</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://media.ivannugraha.com/wp-content/uploads/2010/08/BNI_Syariah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">BNI Syariah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hachiko: Menangis Non-Stop di 40 Menit Akhir Film</title>
		<link>http://ivannugraha.wordpress.com/2010/04/03/hachiko-menangis-non-stop-di-40-menit-akhir-film/</link>
		<comments>http://ivannugraha.wordpress.com/2010/04/03/hachiko-menangis-non-stop-di-40-menit-akhir-film/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Apr 2010 15:27:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman Pribadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media.ivannugraha.com/?p=183</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin ketika membaca judul tulisan ini anda akan berpikir judulnya &#8216;lebay&#8217;, penulisnya &#8216;cengeng&#8217;, atau penulisnya dibayar oleh produsen film tersebut. Hoho.. Dengan bangga saya akan bilang: &#8220;Anda salah, silahkan coba lagi di lain waktu&#8221;. Tebakan pertama salah karena ini kejadian asli dan tebakan ketiga salah karena saya menulis tulisan ini dari hati saya yang dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ivannugraha.wordpress.com&amp;blog=2095793&amp;post=183&amp;subd=ivannugraha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ivannugraha.files.wordpress.com/2010/04/hachiko_a_dog_story.jpg"><img class="size-medium wp-image-230 alignleft" title="Hachi" src="http://ivannugraha.files.wordpress.com/2010/04/hachiko_a_dog_story.jpg?w=209&#038;h=300" alt="Hachi" width="209" height="300" /></a></p>
<p>Mungkin ketika membaca judul tulisan ini anda akan berpikir judulnya &#8216;lebay&#8217;, penulisnya &#8216;cengeng&#8217;, atau penulisnya dibayar oleh produsen film tersebut. Hoho.. Dengan bangga saya akan bilang: &#8220;Anda salah, silahkan coba lagi di lain waktu&#8221;. Tebakan pertama salah karena ini kejadian asli dan tebakan ketiga salah karena saya menulis tulisan ini dari hati saya yang dalam (cie&#8230;). Tebakan kedua mungkin <em>debatable</em> , tapi silahkan cubit saya sewaktu-waktu (ahaha&#8230;).</p>
<p>Mengisi liburan paskah yang panjang ini, saya memutuskan untuk menonton film ini. Singkat cerita, saya tertarik dengan judul film ini, Hachiko: A Dog Story. Awalnya berpikir bahwa film ini seperti Airbud atau 101 Dalmatians. Tapi, dalam review IMDb.com, seseorang menulis dia menangis saat menonton film ini. Rating film ini pun 8,1. Saya pun tertarik dan memutuskan untuk pergi ke salah satu bioskop untuk menonton.</p>
<p>Terakhir kali menonton film dan saya menangis terharu adalah film Emak Ingin Naik Haji yang saya tulis di <a href="http://ivannugraha.files.wordpress.com/2010/04/hachiko-shibuya.jpg?p=174">blog ini</a> juga. Entahlah, saya gagal menangis saat menonton My Name Is Khan atau 3 Idiots. Dan, ternyata, pilihan saya tepat, saya menangis di dua adegan &#8216;pemanasan&#8217;, sampai akhirnya menangis di 40 menit terakhir film (Bonus: 10 menit setelah film selesai).</p>
<p>Film ini bercerita tentang seorang profesor perguruan tinggi di suatu kota, yang memungut seekor anjing yang ditinggalkan di sebuah stasiun kerata api di suatu kota. Si anjing, yang akhirnya dibesarkan profesor tersebut, menjadi anjing yang setia terhadap sang profesor. Setiap hari, pada waktu yang sama, si anjing tiba di stasuin kereta api menjemput tuannya. Setelah profesor meninggal suatu hari, si anjing tetap setia menunggu tuannya di stasiun tersebut selama hampir satu dekade.</p>
<p>Film ini diangkat dari cerita asli, Hachiko. Silahkan googling dan anda akan menemukan banyak tulisan tentang cerita ini. Hachiko asli adalah anjing Profesor Hidesaburō Ueno yang meninggal tahun 1925. Selama 9 tahun setalah itu, Hachiko selalu menunggu di depan Stasiun Shibuya. Untuk mengenangnya, sekarang dibuat patung Hachiko di depan Stasiun Shibuya, Jepang.</p>
<div id="attachment_184" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://ivannugraha.files.wordpress.com/2010/04/hachiko-shibuya.jpg"><img class="size-medium wp-image-184" title="Hachiko" src="http://ivannugraha.files.wordpress.com/2010/04/hachiko-shibuya.jpg?w=300&#038;h=298" alt="" width="300" height="298" /></a><p class="wp-caption-text">Patung Hachiko di Depan Stasiun Shibuya (Sumber : http://www.fukuokatalk.com/ )</p></div>
<p><em>So</em>, kesimpulannya, saya rekomendasikan Anda untuk menonton film ini. Oh, ya, jangan lupa membawa tisu di dekat anda. Meskipun sebenarnya, jika anda menonton di bioskop, anda tidak usah malu karena sebagian besar penonton tersebut pasti menangis.</p>
<br />Filed under: <a href='http://ivannugraha.wordpress.com/category/pengalaman-pribadi/'>Pengalaman Pribadi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ivannugraha.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ivannugraha.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ivannugraha.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ivannugraha.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ivannugraha.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ivannugraha.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ivannugraha.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ivannugraha.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ivannugraha.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ivannugraha.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ivannugraha.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ivannugraha.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ivannugraha.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ivannugraha.wordpress.com/183/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ivannugraha.wordpress.com&amp;blog=2095793&amp;post=183&amp;subd=ivannugraha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ivannugraha.wordpress.com/2010/04/03/hachiko-menangis-non-stop-di-40-menit-akhir-film/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://ivannugraha.files.wordpress.com/2010/04/hachiko_a_dog_story.jpg?w=104" />
		<media:content url="http://ivannugraha.files.wordpress.com/2010/04/hachiko_a_dog_story.jpg?w=104" medium="image">
			<media:title type="html">Hachi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f8a72f121101af7d850df99885239b1a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ivan Nugraha</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ivannugraha.files.wordpress.com/2010/04/hachiko_a_dog_story.jpg?w=209" medium="image">
			<media:title type="html">Hachi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ivannugraha.files.wordpress.com/2010/04/hachiko-shibuya.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Hachiko</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjadi Bahagia dengan Ilmu</title>
		<link>http://ivannugraha.wordpress.com/2009/12/10/menjadi-bahagia-dengan-ilmu/</link>
		<comments>http://ivannugraha.wordpress.com/2009/12/10/menjadi-bahagia-dengan-ilmu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 07:42:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman Pribadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media.ivannugraha.com/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[Saat itu kuliah Sistem Komputer, salah satu mata kuliah S2, telah berlalu lebih dari sejam. Scroll atas-bawah pada power point di layar telah hampir mendekati bawah. Ketika memasuki slide terakhir, suasana kelas mulai berseri. Tentu saja, semua berharap kelas selesai. Namun, harapan tinggal harapan. Setelah Pak Awang, dosen Sistem Komputer, selesai menerangkan slide terakhir, dibukanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ivannugraha.wordpress.com&amp;blog=2095793&amp;post=178&amp;subd=ivannugraha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://media.ivannugraha.com/wp-content/uploads/2009/12/belajar.jpg" alt="belajar" title="belajar" width="300" class="alignleft size-full wp-image-170" /></p>
<p>Saat itu kuliah Sistem Komputer, salah satu mata kuliah S2, telah berlalu lebih dari sejam. <em>Scroll</em> atas-bawah pada <em>power point</em> di layar telah hampir mendekati bawah. Ketika memasuki slide terakhir, suasana kelas mulai berseri. Tentu saja, semua berharap kelas selesai. Namun, harapan tinggal harapan. Setelah Pak Awang, dosen Sistem Komputer, selesai menerangkan slide terakhir, dibukanya file baru yang berisi tiga-puluhan slide lagi. Suasana kelas yang sudah mulai berseri mulai kehilangan keberseriannya.</p>
<p>Bersiap menghadapi pelajaran baru, tiba-tiba Pak Awang bertanya, &#8220;Slide yang di depan ini ilmu atau kemahiran?&#8221;. Semua bingung, menerka-nerka maksud pertanyaan Pak Awang. Lalu Pak Awang bertanya: &#8220;Apakah ilmu?&#8221;. Tidak ada yang menjawab lagi, ia bertanya kepada salah satu mahasiswa: &#8220;Mau apa kamu kuliah?&#8221;. Mahasiswa tersebut menjawab: &#8220;Supaya dapat ilmu&#8221;. Pak Awang bertanya lagi: &#8220;Emang yakin bakal dapet ilmu?&#8221;. Mahasiswa tersebut menjawab lagi: &#8220;Supaya gampang cari kerja,Pak&#8221;. &#8220;Buat apa cari kerja?&#8221; Pak Awang bertanya kembali. &#8220;Buat cari istri,Pak&#8221; mahasiswa tersebut menjawab. &#8220;Cari Istri buat apa? Buat dapat anak? Dapat anak buat apa?&#8221;. Semua peserta kelas tersenyum. Lalu, Pak Awang menceritakan tentang sebuah kisah.</p>
<blockquote><p>Di sebuah tempat, hiduplah seorang pencari ikan. Dia menghabiskan waktu siangnya dengan membaca buku di kolam, dengan 1 kakinya diikatkan pada tali pancing. Apabila ada ikan yang terkena pancingnya, maka dia akan menarik kakinya dan menangkap ikan tersebut. Malam harinya, dia menyebarkan ilmunya kepada murid-muridnya.</p>
<p>Suatu waktu ada murid yang bertanya: &#8220;Guru, kenapa guru tidak memancing memakai dua kaki saja? Bukankah jika dengan dua kaki maka hasil pancingannya akan lebih banyak?&#8221;. Gurunya menjawab: &#8220;Buat apa anakku? Bukankah dengan 1 kaki saya dapat mencukupi kebutuhan hidup saya sehari-hari?&#8221;. Murid tersebut menjawab: &#8220;Apabila engkau memancing dengan 2 kaki, engkau bisa menjual sebagian dari ikan tersebut dan ditabungkan. Dari uang tersebut Guru bisa membeli perahu kecil dan jaring&#8221;. Guru tersebut menjawab: &#8220;Buat apa saya punya perahu dan jaring?&#8221;. Murid menjawab: &#8220;Apabila engkau punya perahu dan jaring, maka hasil tangkapanmu akan lebih banyak. Engkau bisa membeli kapal besar.&#8221; Guru menjawab: &#8220;Jika saya memiliki kapal besar, maka saya akan sibuk untuk merawat kapal tersebut. Saya tidak bisa duduk dengan santai dan membaca buku.&#8221;. Murid tersebut membantah: &#8220;Jika Guru telah memiliki banyak uang, Guru bisa mencari pegawai. Nanti guru bisa santai, duduk, dan membaca buku&#8221;.</p>
<p>Akhirnya guru tersebut berkata: &#8220;Bukankah sekarang saya sudah bisa santai, duduk, dan membaca buku. Kenapa saya harus repot-repot melakukan hal itu padahal tujuan akhirnya telah saya miliki sekarang&#8221;.
</p></blockquote>
<p>Menutup cerita, Pak Awang berkata: &#8220;Tidak ada sesuatu yang bisa menjamin kita bahagia.&#8221;. Sesukses-suksesnya orang, hingga berhasil S3 dan meraih gelar profesor, mungkin saja dia tidak bahagia. Ia menceritakan dulu dia kerja di perusahaan swasta dengan gaji yang tinggi. Namun dia tidak merasa bahagia. Hingga akhirnya dia kembali ke ITB dan melamar menjadi dosen. Padahal, gaji menjadi dosen saat itu sangat kecil, jauh dari gaji dia di perusahaan swasta. Tapi itulah bahagia.</p>
<p>Di akhir, Pak Awang berkata: &#8220;Ilmu adalah sesuatu yang bisa membantu kita saat menjawab pertanyaan kubur: siapa tuhanmu, apa agamamu, dan siapa nabimu&#8221;. Kuliah ini kemahiran, bukan ilmu. Tidak ada jaminan setelah mengikuti kuliah ini akan bahagia, bahkan mungkin hanya akan pusing yang ada. Tapi jika kita belajar ilmu, kebahagiaan akan menghampiri kita.</p>
<p>Pak Awang berkata, &#8220;Saya menceritakan ini di akhir semester. Kalau saya cerita di awal semester mungkin tidak akan ada yang belajar&#8221;. Kelas pun tertawa. Kuliah pun selesai, file yang ditampilkan di layar diputuskan untuk diberikan di  kuliah selanjutnya</p>
<br />Posted in Pengalaman Pribadi  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ivannugraha.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ivannugraha.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ivannugraha.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ivannugraha.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ivannugraha.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ivannugraha.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ivannugraha.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ivannugraha.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ivannugraha.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ivannugraha.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ivannugraha.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ivannugraha.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ivannugraha.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ivannugraha.wordpress.com/178/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ivannugraha.wordpress.com&amp;blog=2095793&amp;post=178&amp;subd=ivannugraha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ivannugraha.wordpress.com/2009/12/10/menjadi-bahagia-dengan-ilmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f8a72f121101af7d850df99885239b1a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ivan Nugraha</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://media.ivannugraha.com/wp-content/uploads/2009/12/belajar.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">belajar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Emak Ingin Naik Haji</title>
		<link>http://ivannugraha.wordpress.com/2009/11/26/emak-ingin-naik-haji/</link>
		<comments>http://ivannugraha.wordpress.com/2009/11/26/emak-ingin-naik-haji/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 09:30:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman Pribadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media.ivannugraha.com/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Sekarang uang emak ada lima juta, sudah nabung lima tahun. Kalau sekarang naik haji, ongkosnya tiga puluh juta, berapa tahun lagi ya, Zein?&#8221; Emak sedang memikirkan kemungkinannya naik haji. Umurnya 61 tahun. Untuk beribadah haji tahun ini, butuh $3.000 atau setara dengan Rp. 30 juta. &#8220;Kalau lima tahun bisa menabung Rp 5 juta, berarti butuh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ivannugraha.wordpress.com&amp;blog=2095793&amp;post=174&amp;subd=ivannugraha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://media.ivannugraha.com/wp-content/uploads/2009/11/emak-ingin-naik-haji.jpg" alt="emak" title="Emak Ingin Naik Haji" width="300" class="alignleft size-full wp-image-170" /></p>
<blockquote><p>&#8220;Sekarang uang emak ada lima juta, sudah nabung lima tahun. Kalau sekarang naik haji, ongkosnya tiga puluh juta, berapa tahun lagi ya, Zein?&#8221; Emak sedang memikirkan kemungkinannya naik haji. Umurnya 61 tahun. Untuk beribadah haji tahun ini, butuh $3.000 atau setara dengan Rp. 30 juta.</p>
<p>&#8220;Kalau lima tahun bisa menabung Rp 5 juta, berarti butuh sekitar 25 tahun lagi agar uang Emak cukup. Jadi naik hajinya umur 86 tahun ya, Zein, mudah-mudahan masih ada umur, ya,&#8221; ucap Emak. Zein, anak bungsunya, hanya termangu diam.</p></blockquote>
<p>Beberapa minggu yang lalu, film &#8220;2012&#8243; resmi diputar di bioskop-bioskop Indonesia. Berita di televisi dan koran hingga infotainment di televisi tidak luput membahas hal ini. Film ini disebut-sebut sebagai film yang kontroversial, karena menggambarkan terjadinya sebuah bencana di tahun 2012. Tidak akan panjang-panjang membahas film tersebut, karena bukan film tersebut yang akan saya angkat di tulisan ini.<br />
Sekitar 2 minggu yang lalu, tanggal 14 kalau tidak salah, saya berniat menonton film &#8220;2012&#8243;. Sayangnya, tiket sudah <em>sold out</em> sejak siang hari. Sempat berpikir untuk tidak jadi menonton, saya ingat di koran tadi saya membaca poster film ini. Di posternya ditulis komentar seseorang &#8220;Saya menangis 7x ketika menonton film ini&#8221;. <em>Asyik</em>, tampaknya film ini menarik. Saya pun menonton film tersebut.<br />
Di teater hanya ada 8-10 orang yang menonton (kontras jika dibanding 2 teater sebelah yang sudah penuh sejak siang hari). Sempat menebak bahwa film ini membosankan, ternyata tebakan saya salah.</p>
<blockquote><p>Film ini luar biasa.</p></blockquote>
<p><strong><br />
Mengapa saya bilang luar biasa?</strong><br />
Film garapan Aditya Gumai yang diangkat dari cerpen Asma Nadia ini benar-benar menyentuh hati. Film ini bercerita tentang cita-cita seorang perempuan, kita sebut emak, yang sudah tua yang ingin naik haji. Penghasilan yang pas-pasan, ditambah kebutuhan keluarga membuat perempuan tersebut menganggap impiannya hanya cita-cita. Sang anak yang seorang pelukis berjanji kepada emaknya untuk memberangkatkannya naik haji. Namun, penghasilan sebagai pelukis pun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan anaknya yang sakit.<br />
Di sisi lain, terdapat keluarga kaya yang akan naik haji untuk kesekian kalinya dan ada seorang tokoh politik yang ingin naik haji karena ingin mendapatkan gelar agar dalam pemilihan walikota dia menang. Benar-benar berhasil mengambil kontras antara &#8220;si kaya&#8221; dan &#8220;si miskin&#8221;. Kembali ke emak, sang anak berusaha untuk mewujudkan keinginan ibunya tersebut. Dari sempat berpikir untuk mencuri, mengikuti undian dan lain-lain.<br />
Yang menarik dari film ini adalah film ini berhasil membawa penontonnya ke perasaan cinta antara ibu dan anak, perasaan ingin naik haji, dan lain-lain.</p>
<blockquote><p>Meskipun tidak sebanyak di poster, saya menangis sekitar 5x di film ini. Benar-benar mengharukan.</p></blockquote>
<p>Lucunya, cerita berakhir saat emosi memuncak. Jadi, jangan kaget ketika cerita berakhir, anda sedang menangis tersedu-sedu. Pengalaman kemarin ketika sedang menangis, tiba-tiba film berakhir dan lampu menyala. 8-10 orang yang menonton, termasuk saya, buru-buru mengelap mata agar tidak terlihat nangis. Haha..<br />
Menurut berita yang saya baca, film ini dibuat dalam rangka Idul Adha tahun ini. Film ini berhasil menjadi alternatif yang baik di tengah film &#8220;2012&#8243; yang sedang digandrungi. Semoga semakin banyak film yang membawa esensi serperti film tersebut.<br />
Film ini saya rekomendasikan untuk ditonton. <em>Two thumbs up.</em></p>
<br />Posted in Pengalaman Pribadi  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ivannugraha.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ivannugraha.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ivannugraha.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ivannugraha.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ivannugraha.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ivannugraha.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ivannugraha.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ivannugraha.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ivannugraha.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ivannugraha.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ivannugraha.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ivannugraha.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ivannugraha.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ivannugraha.wordpress.com/174/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ivannugraha.wordpress.com&amp;blog=2095793&amp;post=174&amp;subd=ivannugraha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ivannugraha.wordpress.com/2009/11/26/emak-ingin-naik-haji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f8a72f121101af7d850df99885239b1a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ivan Nugraha</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://media.ivannugraha.com/wp-content/uploads/2009/11/emak-ingin-naik-haji.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Emak Ingin Naik Haji</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
