Hari yang dingin dengan tingkat mengantuk maksimal… pascadeadline. Dalam usaha mencari motivasi mengawali hari, saya memutar playlist mp3. Saya masih cukup mengantuk ketika mendengarkan sebuah lagu if-then berikut
if (we_all_stand_together_this_one_time())
then {
no_one_will_get_left_behind();
stand_up_for_life();
stand_up_for_love();
}/*“Stand Up For Love” (Destiny Child) 2005 World Children’s Day Anthem.*/
Saya perlahan teringat bahwa sangat sedikit waktu yang saya luangkan untuk people-who-left-behind, bahkan untuk sekedar memikirkan permasalahan mereka. Padahal, saya masih ingat akan spanduk bertuliskan “Selamat Datang Putra-Putri Terbaik Bangsa” yang terbentang di gerbang kampus ITB ketika saya, untuk pertama kalinya, menjadi mahasiswa.
Benarkah saya adalah bagian dari putra-putri terbaik bangsa? Atau saya hanyalah orang biasa yang berada di antara putra-putri terbaik bangsa? Atau frasa “putra-putri terbaik bangsa” itu hanya klaim internal kampus dan bukan klaim dari masyarakat?
Ada sekitar 2.400 anak di Indonesia meninggal setiap hari termasuk yang meninggal karena sebab-sebab yang seharusnya dapat dicegah. Penyebab terbanyaknya adalah penyakit, didominasi oleh infeksi, demam berdarah, TBC, dan diare juga malnutrisi. Apa yang bisa saya lakukan sebagai bagian putra-putri terbaik bangsa?
Kembali teringat ke lagu if-then tadi… kita dapat membantu people-who-left-behind ketika kita berdiri bersama dalam satu waktu. Ketika saya sendiri mungkin saya tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi, ketika saya menemukan ada orang-orang yang ingin berdiri bersama saya saya yakin bisa melakukan lebih banyak hal.
Bayangkan kita bersama membantu pemerintah membuat sistem informasi kependudukan…
atau bayangkan kita bersama mengajar anak-anak agar mereka dapat meningkatkan taraf hidup mereka…
Karena bukan kita yang berhak menyatakan bahwa kita adalah putra-putri terbaik bangsa.
There are people dying if we care enough for the living. Make a better place for you and for me
***
Artikel ini dipublish di buletin III hearing Cakahim… Makasih buat seseorang yang udah ngebuat bareng artikelnya.
March 26, 2009 at 12:32 am |
“Makasih buat seseorang yang udah ngebuat bareng artikelnya”
belum baca keseluruhan artikel, TAPI, langsung penasaran dengan siapakah seseorang yang dimaksud?
March 27, 2009 at 3:17 pm |
@ Inas:
Siapa,ya?
Rahasia