Iseng2 merhatiin status YM beberapa teman Informatika ITB 06 Rabu ( 25 Juni 2008 ) malam:
“Mobil avanza hitam berplat merah dibakar OLEH MAHASWA di Sudirman… kenapa demo dengan tujuan memperbaiki negara kita tercinta ini harus merusak,baik infrastruktur negara maupun CITRA MAHASISWA” (botax_godlike, adit “Cuz”)
“Serius itu kemaren bukan mahasiswa” (td_manutd, Tito “Titz”)
“Masa mahasiswa jauh-jauh dari Jambi cuma buat anarkis, ada udang di balik batu tuh..” (loly_ice_bonbon, Unggul)
Semua kecewa gara-gara kejadian kemarin (24 Juni 2008). Yang pasti bukan gara-gara saya ulang tahun (ada yang ga tau? Kasian banget deh yang ga tau
), tapi gara-gara unjuk rasa mahasiswa yang berakhir ricuh. Entah mengapa mahasiswa yang katanya orang-orang yang akan menjadi pemimpin bangsa di masa depan berunjuk rasa secara anarkis dengan membakar mobil, merusak pagar Gedung DPR, dan melempar batu ke arah polisi.
“Apa itu mahasiswa?”
Pertanyaan ini standar ditanyakan di kaderisasi-kaderisasi awal di kampus-kampus. Biasanya dijawab : “Adanya kata “maha” di depan kata “siswa” berarti adanya kewajiban yang lebih pada diri mahasiswa dibanding dengan siswa. Mahasiswa mempunyai tanggung jawab seperti Iron Stock, Guardian of Value, dan Agent of Change. “
Yang harus direnungkan adalah “apakah ketika mahasiswa berbuat anarkis ia mencerminkan Iron Stock, Guardian of Value, dan Agent of Change”. Ayo, dong! Lebih dewasa rekan-rekan! Mahasiswa yang merupakan kaum intelektual harusnya bisa berpikir jernih di setiap kondisi dan situasi.
“Kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah. Yang ada hanya dendam dan penyesalan.”

