Saya nulis tulisan ini setelah UAS Otomata dan Teori Bahasa Formal (Asyik, satu mata pelajaran semester ini selesai
). Meskipun saya nggak terlalu yakin akan jawaban yang saya tulis, semoga saya nggak ngulang tahun depan
. Ada sebuah kejadian menarik saat UAS tersebut. Hal ini berkaitan dengan asisten yang mendapatkan tugas mengawas. Namanya, Kak N (nama sengaja disamarkan
), IF angkatan 2004.
Waktu UTS OTBF, dia cukup membuat kesal beberapa orang-orang di kelas karena menegur dan menanyakan nama beberapa orang yang ia curigai mencontek. Dan puncaknya, di menit-menit terakhir, dia membuat sebuah kejutan (Mungkin di sepak bola bisa dibilang mencetak gol penentu di menit2 akhir2
). Seorang teman yang hendak izin ke WC ia geledah terlebih dahulu. Hal ini tambah membuat kesal seisi kelas, karena orang-orang yang sedang mencari inspirasi di menit-menit terakhir terganggu konsentrasinya karena mendengar keributan penggeledahan. Ha3x…
Nah, di UAS tadi, dia kebagian ngawas lagi di kelas. Dan teman-teman yang mengalami pengalaman traumatik dengan kejadian waktu UTS mulai membuat ulah. Pertama, begitu dia masuk ada seseorang yang nyeletuk keras “Wah dia lagi!.”. Trus mulailah celetukan2 keluar selama setengah jam awal, seperti “hati2 ada pistol (berhubungan dengan penggeledahan waktu UTS)” atau berteriak “Nama saya XXX (XXX berkaitan dengan nama-nama lucu atau aneh. Yang ini berkaitan dengan penanyaan nama)”. Yah, pokoknya selama setengah jam awal celetukan2 selalu muncul. Apalagi ketika dia menyuruh agar mengisi tempat duduk depan terlebih dahulu dan merapihkan barisan. Ada yang ngomong “Wah, mulainya telat,nih!”.
Entah bagaimana pendapat teman-teman yang lain, saya cukup iba padanya. Meskipun memang celetukan2 lucu terus keluar, saya berusaha untuk nahan ketawa. Meskipun kebanyakan ga bisa nahan lagi
. Tapi yang saya kagum dengan dia adalah dia bertahan dengan celetukan2 itu. Dan dia tetap menjalankan aturan ujian seperti biasa. Mungkin dia agak hiperbolis, tapi kalau dipikir-pikir, apa yang ia bawa adalah benar. Dia berusaha menjalankan aturan ujian sebaik mungkin. Jadi inget Bu Inge yang sangat taat peraturan
.
Yah, tulisan ini saya buat bukan untuk membela dia. Tapi, semangat ya, Kak N.