Kemarin malam, Kamis, 24 April 2008, di Prodi Teknik Informatika diadakan Open House Laboratorium. Sebenarnya di agenda harusnya acara berakhir pukul 19.00. Tapi, kenyataannya, acara molor hingga pukul 20.10. Malangnya, gara-gara itu, motor saya terkurung di parkiran Masjid Salman :( . Sebenarnya saya bisa ketuk-ketuk kamar penjaganya. Tapi dipikir-pikir kasihan juga. Siapa tau beliau lagi istirahat. Akhirnya saya memutuskan untuk pulang naik angkot.

Besok paginya, terpaksa pergi sangat pagi untuk menghindari angkot-angkot penuh. Untungnya, jam 6.20 dapat angkot Caringin-Sd.Serang. Angkot tersebut penuh. Saya orang terakhir yang bisa masuk dan itupun harus duduk di kursi artis (kursi yang menghadap ke belakang). Seperti biasa, kalau duduk di kursi artis harus kontrol muka. Dan hal itu yang selalu sulit saya lakukan. Selalu “geer” soalnya serasa orang-orang ngeliat ke saya semua :D . Biasanya sih suka senyum-senyum sendiri. Trus supaya nggak keliatan lagi senyum biasanya pura-pura menguap. Tapi ada satu hal yang akhirnya kepikiran pas ngeliat orang-orang yang ada di dalam angkot itu. Ternyata cowonya cuma berdua, saya sama supirnya. Sempet kepikiran untuk ngebentuk duo penyanyi baru, duo angkot (Ya, enggak,lah). Akhirnya kepikiran juga dari beberapa kali semester ini naik angkot, ternyata memang sekarang angkot-angkot dipenuhi oleh kaum perempuan. Sayangnya hal ini bukan gara-gara emansipasi wanita yang telah mewabah di Indonesia, tapi gara-gara kaum lelaki lebih memilih untuk naik motor daripada naik angkot. Jangan memakai statistik penjualan motor dulu, tapi dari kejadian sehari-hari aja terlihat kok kalau jalan sekarang semakin penuh. Kalau mau main data, peningkatan penjualan motor per tahun di Bandung selalu meningkat..

Emang salah,ya? Nggak juga sih. Tapi sayang aja karena pemakaian bahan bakar fosil semakin meningkat. Bukan cuma meningkatkan beban subsidi pemerintah, tapi juga memicu pemanasan global. Ngomong-ngomong tentang pemanasan global, baru-baru ini baca tentang sebuah artikel kalau sekarang beruang kutub sulit mencari ikan karena es-es di kutub mencair lebih cepat. Terus sebuah spesies ikan paus susah cari makan karena persediaan udah di kutub semakin menipis. Kasihan juga mereka. Terus pemanasan global juga membuat curah hujan meningkat 1% yang membuat badai semakin sering terjadi. Wah, umur bumi berapa tahun lagi,ya?

Akhirnya, sekarang mulai berniat kalau nggak buru-buru mau mengusahakan naik angkot ke kampus. Tapi kayaknya susah deh :-p. Yah, mungkin sesekali aja. Tapi, kalau saya sih berharap di Bandung dibuat sebuah alat transportasi massal yang nyaman dan murah. Siapa tau ntar orang-orang mulai berubah dari memakai kendaraan pribadi menjadi memakai kendaraan umum. Semoga! :) (dalam rangka Hari Kartini 21 April, dan Hari Bumi 22 April. Maksa! :-p )