Jangan Pernah Menyerah Hingga Detik Terakhir Monday, Apr 28 2008 

Sabtu (26/04/08), dilaksanakan semifinal IBL 2008 yang mempertemukan XL Aspac Jakarta dan Garuda Bandung. Awalnya sih, nggak niat nonton, tapi pas lagi cari-cari channel TV yang bagus akhirnya kebuka juga TVOne yang sedang menyiarkan pertandingan itu. Trus, ngeliat skornya Garuda lagi unggul (di season reguler Garuda selalu kalah dari Aspac), akhirnya ingin nonton juga. Saat itu telah memasuki kuarter 4 dengan sisa 4 menit. Garuda sedang unggul 68-62. Seneng bgt, coz sebagai orang asli Bandung, sudah sewajarnya ngedukung Garuda. Melihat menit yang tersisa dan sedang unggul 6 poin sih kayaknya kemenangan udah ditangan :D . Tapi, ternyata justru Aspac berhasil mengejar hingga akhirnya malah unggul 74-72 di detik-detik akhir :( . Cukup kesal juga, soalnya dari beberapa pertandingan basket yang saya tonton akhir-akhir ini di kampus, tim yang saya dukung (HMIF) selalu kalah :( . Saya pikir, “Wah, emang Aspac tim yang hebat. Gak apa-apa sih Garuda kalah juga. Toh, nggak malu-maluin kalahnya.”. Tapi, ternyata di detik-detik terakhir itu Garuda berhasil menyamakan kedudukan :) .

Akhirnya, pertandingan diteruskan dengan babak overtime. Nah, di babak overtime ini malah Aspac yang menggila. Mereka sempet unggul 6 angka. Dan lagi-lagi saya berpikir, “Oh, garuda pasti kalah.”. Lagi-lagi perkiraan saya salah. Justru Garuda berhasil menyamakan angka di sisa 16 detik dengan skor 82-82. Nah, ketika waktu tinggal 2 detik, Rinaldo (pemain Aspac) melakukan pelanggaran ke Agustinus. Garuda dapat free throw. Dan akhirnya, meskipun hanya memasukkan 1 angka, akhirnya Agustinus berhasil membawa Garuda menang :) ). Wuaah, seneng bgt! Sampai loncat-loncat ky orang gila di rumah.

Setelah pertandingan, saya mendapatkan sebuah pelajaran. Pelajaran yang saya dapat dari pertandingan di atas adalah jangan pernah menyerah hingga detik terakhir. Saya kagum ke anak-anak Garuda yang tidak menyerah padahal di detik-detik terakhir di babak 4 dan OT tetap bersemangat untuk tidak menyerah. Jadi malu sendiri coz saya sendiri yang hanya menonton dari rumah pertandingan tersebut sudah menyerah beberapa kali untuk mendukung Garuda. Sebenarnya salut juga buat kedua tim yang udah mempertontonkan perjuangan yang tak kenal menyerah di pertandingan. Yeah, Jangan Pernah Menyerah Sampai Detik Terakhir!

Btw, besoknya dilaksanakan semifinal kedua, dan Garuda menang lagi. Trus, katanya, Garuda mencetak poin kemenangan di saat bunyi buser tanda babak ke 4 berakhir dibunyikan (Gak nonton coz ngerjain tugas STIMIk :( ). Salut untuk Garuda! IBL – More than just a game.

Perempuan Menguasai Angkot Friday, Apr 25 2008 

Kemarin malam, Kamis, 24 April 2008, di Prodi Teknik Informatika diadakan Open House Laboratorium. Sebenarnya di agenda harusnya acara berakhir pukul 19.00. Tapi, kenyataannya, acara molor hingga pukul 20.10. Malangnya, gara-gara itu, motor saya terkurung di parkiran Masjid Salman :( . Sebenarnya saya bisa ketuk-ketuk kamar penjaganya. Tapi dipikir-pikir kasihan juga. Siapa tau beliau lagi istirahat. Akhirnya saya memutuskan untuk pulang naik angkot.

Besok paginya, terpaksa pergi sangat pagi untuk menghindari angkot-angkot penuh. Untungnya, jam 6.20 dapat angkot Caringin-Sd.Serang. Angkot tersebut penuh. Saya orang terakhir yang bisa masuk dan itupun harus duduk di kursi artis (kursi yang menghadap ke belakang). Seperti biasa, kalau duduk di kursi artis harus kontrol muka. Dan hal itu yang selalu sulit saya lakukan. Selalu “geer” soalnya serasa orang-orang ngeliat ke saya semua :D . Biasanya sih suka senyum-senyum sendiri. Trus supaya nggak keliatan lagi senyum biasanya pura-pura menguap. Tapi ada satu hal yang akhirnya kepikiran pas ngeliat orang-orang yang ada di dalam angkot itu. Ternyata cowonya cuma berdua, saya sama supirnya. Sempet kepikiran untuk ngebentuk duo penyanyi baru, duo angkot (Ya, enggak,lah). Akhirnya kepikiran juga dari beberapa kali semester ini naik angkot, ternyata memang sekarang angkot-angkot dipenuhi oleh kaum perempuan. Sayangnya hal ini bukan gara-gara emansipasi wanita yang telah mewabah di Indonesia, tapi gara-gara kaum lelaki lebih memilih untuk naik motor daripada naik angkot. Jangan memakai statistik penjualan motor dulu, tapi dari kejadian sehari-hari aja terlihat kok kalau jalan sekarang semakin penuh. Kalau mau main data, peningkatan penjualan motor per tahun di Bandung selalu meningkat..

Emang salah,ya? Nggak juga sih. Tapi sayang aja karena pemakaian bahan bakar fosil semakin meningkat. Bukan cuma meningkatkan beban subsidi pemerintah, tapi juga memicu pemanasan global. Ngomong-ngomong tentang pemanasan global, baru-baru ini baca tentang sebuah artikel kalau sekarang beruang kutub sulit mencari ikan karena es-es di kutub mencair lebih cepat. Terus sebuah spesies ikan paus susah cari makan karena persediaan udah di kutub semakin menipis. Kasihan juga mereka. Terus pemanasan global juga membuat curah hujan meningkat 1% yang membuat badai semakin sering terjadi. Wah, umur bumi berapa tahun lagi,ya?

Akhirnya, sekarang mulai berniat kalau nggak buru-buru mau mengusahakan naik angkot ke kampus. Tapi kayaknya susah deh :-p. Yah, mungkin sesekali aja. Tapi, kalau saya sih berharap di Bandung dibuat sebuah alat transportasi massal yang nyaman dan murah. Siapa tau ntar orang-orang mulai berubah dari memakai kendaraan pribadi menjadi memakai kendaraan umum. Semoga! :) (dalam rangka Hari Kartini 21 April, dan Hari Bumi 22 April. Maksa! :-p )